ADVERTISEMENT

Cegah Tertular Penyakit Mulut dan Kuku, Sapi Kurban Dikirim via Tol Laut

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 27 Mei 2022 17:10 WIB
Kemenhub Gandeng Kementan dan BPH Migas Geber Angkutan Kapal Ternak
Foto: Dok. Kemenhub
Jakarta -

Untuk memastikan keamanan dan keselamatan pengiriman sapi dari peternak ke calon pembeli. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan menganjurkan untuk mengirimkan hewan ternak dengan kapal tol laut, dalam hal ini pemanfaatan kapal ternak guna mengurangi risiko penyebaran virus penyakit mulut dan kuku (PMK) lewat kontak di jalur darat.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt Mugen Sartoto menjelaskan proses pengiriman hewan ternak terutama menjelang Idul Adha dipastikan akan mengalami peningkatan. Oleh karena itu, penularan virus PMK harus diwaspadai.

"Wilayah asal ternak dari NTB dan NTT dan wilayah tujuan Tanjung Priok dan Jawa Tengah dianjurkan menggunakan Tol Laut agar tidak melewati wilayah Jawa Timur yang menjadi wilayah pandemi PMK," kata dia dalam siaran pers, Jumat (27/5/2022).

Dia mengungkapkan Kapal Angkutan Khusus ternak tetap beroperasi seperti biasa dan sedang mengangkut 550 ekor sapi yang berasal dari Bima dan Kupang yang akan dibongkar di Pelabuhan Tj. Priok.

Muatan ternak sapi yang diangkut dengan kapal angkutan khusus ternak sudah melalui tahapan karantina selama 14 hari di pelabuhan muat, dan sudah mendapatkan Sertifikat Kesehatan Hewan (SKH) yg dikeluarkan oleh Badan Karantina Daerah. Sehingga hewan ternak yang diangkut benar-benar sehat dan bebas dari wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Capt Mugen menyebutkan Kemenhub akan menyiapkan sarana angkutnya dalam hal ini kapal khusus ternak. Terkait dengan prosedur masa pandemi dilakukan oleh badan karantina. "Kita akan mengangkut ternak yang sudah dinyatakan bebas oleh pihak karantina hewan sesuai penetapan yang dilakukan oleh dinas peternakan provinsi," jelas dia.

Saat ini Kementerian Perhubungan telah menyiapkan 6 (enam) unit kapal ternak yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat untuk mengangkut ternak dengan mengutamakan kesehatan hewan.

Dalam hal penentuan pelabuhan singgah Kementerian Perhubungan mendapatkan rekomendasi untuk dijadikan trayek dari Kementerian Pertanian berdasar usulan Provinsi di seluruh Indonesia.

"Pada prinsipnya Kementerian Perhubungan akan selalu berupaya untuk menyiapkan armada kapal ternak agar siap jika akan digunakan distribusi ternak dari berbagai wilayah sesuai permintaan Kementerian Pertanian," ujarnya.

Lanjut di halaman berikutnya.



Simak Video "Cegah PMK Makin Meluas, Pemkab Lumajang Tutup Sementara 5 Pasar Hewan"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT