Twitter Tolak Pengunduran Diri Sekutu Elon Musk

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 28 Mei 2022 14:31 WIB
NEW YORK, NY - NOVEMBER 07:  The Twitter logo is displayed on a banner outside the New York Stock Exchange (NYSE) on November 7, 2013 in New York City. Twitter goes public on the NYSE today and is expected to open at USD 26 per share, making the company worth an estimated USD 18 billion.  (Photo by Andrew Burton/Getty Images)
Foto: DW (News)
Jakarta -

Twitter Inc menolak pengunduran diri Egon Durban dari kursi direksi. Dikutip dari Reuters, Durban merupakan sekutu Elon Musk yang berjasa dalam proses pembelian Twitter seharga US$ 44 miliar.

Pihak Twitter menyebut jika Durban tak menerima dukungan suara dalam proses pemilihan tersebut. Saat ini Durban memang menjadi komisaris di 6 peruahaan lain. Dia ingin mengurangi jabatannya di perusahaan publik pada 25 Mei 2023 mendatang.

Sebelumnya diberitakan Twitter dan Elon Musk telah bersepakat untuk bertransaksi Twitter seharga US$ 44 miliar.

Dilansir dari CNN, Kamis (14/4/2022), menurut pengajuan SEC, pendiri Tesla itu telah menawarkan untuk mengakuisisi semua saham di Twitter yang bukan miliknya.

Dia menawarkan akuisisi semua saham itu seharga US$ 54,20 atau sekitar Rp 775 ribu (kurs Rp 14.300) per saham. Padahal saat saat ini nilai total valuasi perusahaan sebesar US$ 43,4 miliar atau sekitar Rp 620 triliun.

Elon Musk mengatakan penawaran tunai itu adalah penawaran terbaik dan terakhirnya. Menurut pengajuan SEC, jika penawaran itu tidak diterima, Elon Musk mengatakan dirinya akan mempertimbangkan kembali posisinya sebagai pemegang saham.

"Saya berinvestasi di Twitter karena saya percaya pada potensinya untuk menjadi platform kebebasan berbicara di seluruh dunia, dan saya percaya kebebasan berbicara adalah keharusan sosial untuk demokrasi yang berfungsi," kata Elon Musk dalam sebuah surat yang dia kirim ke Twitter.

(kil/hns)