ADVERTISEMENT

Toko Kelontong Siap-siap Tinggal Nama Kalau Nggak Lakukan Ini dari Sekarang

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 30 Mei 2022 16:35 WIB
SRC Indonesia berupaya membangkitkan perekonomian nasional melalui kampanye #BangkitSerentak. Kampanye itu mengajak warga berbelanja di toko kelontong.
Ilustrasi Toko Kelontong/Foto: dok. SRC

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan fundamental ekonomi Indonesia dalam dua tahun ini akan menjadi landasan dalam meraih peluang mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan.

Pada kuartal I-2022, ekonomi Indonesia tumbuh 5,01% atas kontribusi dari pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk UMKM toko kelontong, dalam pengendalian pandemi sekaligus menggerakkan kembali roda perekonomian nasional.

Airlangga berharap para UMKM toko kelontong terus memiliki semangat perubahan yang inovatif dan adaptif untuk menjadi lebih baik lagi ke depannya.

"Seluruh pengusaha UKM dan pemilik toko kelontong harus selalu memiliki semangat untuk terus membangun solidaritas usaha di masyarakat dan tetap menjaga kebersamaan sebagai bagian dari SRC yang merupakan jaringan UKM dan toko kelontong yang sangat besar dan tersebar di seluruh Indonesia," katanya.

Pemilik Toko Kelontong SRC Mantu Lanang Semarang, Ninik, membagikan kisahnya selama bergabung bersama SRC.

"Sebelumnya, toko saya biasa saja tanpa ada pendampingan bisnis. Sejak bergabung dengan SRC, kami mendapatkan pendampingan seperti menata pajangan dan merapikan barang-barang. Setelah ada aplikasi AYO SRC, itu semakin dipermudah lagi karena kita bisa belanja lewat mitra pakai aplikasi saja, jadi tidak perlu repot dan antre," jelas dia.

Ninik mengatakan dampak positif juga dirasakan oleh toko kelontong di sekitarnya.

"Saya mencoba mengajak pemilik toko kelontong di sekitar saya untuk menggunakan aplikasi AYO SRC. Awalnya memang susah, tetapi karena semangatnya mereka untuk mendapatkan keuntungan seperti yang saya dapatkan, akhirnya mereka mau belajar sedikit demi sedikit," ujar Ninik.


(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT