ADVERTISEMENT

Kok Travel Gelap Tetap Laris Meski Mahal dan Tak Nyaman? Ini Jawabannya

Ilyas Fadhillah - detikFinance
Selasa, 31 Mei 2022 16:09 WIB
202 kendaraan travel gelap angkut pemudik diamankan polisi
Foto: 202 kendaraan travel gelap angkut pemudik diamankan polisi (dok.Ditlantas Polda Metro Jaya)
Jakarta -

Pemerintah menyebut bisnis travel gelap menjadi permasalahan di bidang transportasi umum darat. Kemunculan travel gelap menambah tingkat persaingan yang sudah sangat ketat sebelumnya.

Jumlah travel gelap terus mengalami peningkatan hingga saat ini.

"Travel gelap ini ibaratnya kalo kita liat populasinya nggak sedikit. Makanya kalo sekarang kita lihat di terminal, di perusahaan AKAP, ya ada penurunan lah, karena memang menghadapi kompetisi," kata Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi kepada wartawan, Selasa (31/5/2022).

"Tarifnya lebih mahal, aspek keselamatan tidak terjamin, kenyamanan juga nggak terjamin," imbuhnya.

Kendaraan yang tidak memenuhi standar berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Budi mengungkap jika pembahasan tentang travel gelap tidak banyak dibahas sebelumnya. Namun, dalam satu tahun terakhir isu travel gelap ini mulai digarap secara serius.

Menurut Budi, tata kelola dan lokasi terminal yang kurang strategis menjadi penyebab kemunculan travel gelap. Masyarakat lebih memilih untuk dijemput travel gelap karena jarak ke terminal yang terlalu jauh.

Meskipun mematok tarif yang lebih mahal, penumpang tetap memilih jasa mereka karena alasan itu. Padahal, aspek keamanan dan keselamatan tidak dijamin oleh pihak travel gelap.

Berdasrakan riset yang pernah dilakukan Budi, di satu kabupaten ada 100 travel gelap yang beroperasi di libur akhir pekan. Sedangkan di hari biasa jumlahnya adalah 50-80 travel gelap. Satu mobil rata-rata diisi hingga lima penumpang.

Terkait masalah ini, Kemenhub sedang menyiapkan beberapa opsi. Salah satunya adalah merespon travel gelap sebagai salah satu feeder bagi bus di terminal.



Simak Video "Polisi Razia Travel Gelap di Tasik, Terciduk Bawa Pemudik dari Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT