ADVERTISEMENT

Bea Cukai Beri Insentif Fiskal untuk Dukung Industri dalam Negeri

Atta Kharisma - detikFinance
Kamis, 02 Jun 2022 20:08 WIB
Petugas Bea Cukai
Foto: Bea Cukai
Jakarta -

Bea Cukai memberikan insentif fiskal dalam empat fasilitas kepabeanan. Ini dilakukan untuk melindungi industri dalam negeri dari masuknya barang-barang ilegal, membantu meningkatkan daya saing industri dalam negeri, dan mendukung peningkatan daya saing untuk produk ekspor.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Askolani mengungkapkan Bea Cukai memfasilitasi perdagangan dan industri dalam negeri dengan telah memberikan insentif fiskal melalui berbagai fasilitas kepabeanan.

"Dalam mendukung industri manufaktur, terdapat empat fasilitas kepabeanan yang diberikan, yaitu KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor) IKM (Industri Kecil Menengah), KITE Pembebasan, KITE Pengembalian, dan Kawasan Berikat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (2/6/2022).

"Masing-masing memberikan insentif fiskal yang berbeda, tergantung pada peruntukannya. Pemberian fasilitas kepabeanan bertujuan untuk menarik investasi, meningkatkan ekspor, penerimaan negara, serta efisiensi biaya produksi dan logistik," imbuhnya.

Fasilitas KITE IKM diberikan untuk impor bahan baku, bahan penolong, bahan pengemas, barang contoh dan mesin dengan fasilitas fiskal berupa pembebasan bea masuk. Barang-barang tersebut juga tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) impor, dengan batasan nilai investasi sampai dengan Rp 15 miliar dan hasil penjualan paling banyak Rp 50 miliar.

Kecuali mesin, impor barang-barang tersebut dapat diberikan fasilitas KITE Pembebasan. Sedangkan untuk barang-barang impor selain barang contoh dan mesin mendapat fasilitas KITE Pengembalian tanpa ada batasan nilai investasi.

Bedanya, KITE Pembebasan memberikan fasilitas fiskal berupa pembebasan bea masuk serta tidak dipungut PPN dan PPnBM impor, sedangkan KITE Pengembalian memberikan fasilitas fiskal berupa bea masuk yang dibayar terlebih dahulu untuk kemudian dikembalikan (drawback).

Sementara itu, fasilitas Kawasan Berikat diberikan untuk setiap pemasukan barang ke kawasan industri dengan fasilitas fiskal berupa penangguhan bea masuk, pembebasan cukai, tidak dipungut Pajak Penghasilan (PPh), PPN dan PPnBM impor, serta tidak dipungut PPN atas barang dari dalam negeri.

Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai Untung Basuki menuturkan pemberian insentif fiskal melalui fasilitas kepabeanan dinilai efektif untuk menumbuhkan ekonomi melalui peningkatan kinerja ekspor. Tercatat pada tahun 2021, nilai ekspor mencapai US$ 88,29 miliar atau tumbuh sebesar 43,56% year on year dibandingkan pada tahun 2020.

Untung mengatakan Bea Cukai terus berupaya mempertahankan kinerja ekspor tersebut dengan menggali potensi ekspor, terutama pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Salah satunya lewat program klinik ekspor.

"Klinik ekspor merupakan program yang diberikan Bea Cukai dengan pemberian edukasi, literasi, asistensi kepada perusahaan baik yang sudah ekspor maupun yang akan memulai ekspor. Bea Cukai juga berkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga dan instansi daerah terkait untuk penggalian dan pengembangan potensi ekspor," paparnya.

Ia berharap dengan beragam fasilitas kepabeanan yang diberikan Bea Cukai, daya saing industri dan devisa dalam negeri dapat meningkat.

"Perusahaan diharapkan dapat menyerap tenaga kerja dalam negeri sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.



Simak Video "Bea Cukai Solo Sita 31 Ribu Batang Rokok Ilegal di Sukoharjo-Boyolali"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT