ADVERTISEMENT

Bertemu PM Singapura, Airlangga Hartarto Berharap Hal Ini

Ilyas Fadhillah - detikFinance
Jumat, 03 Jun 2022 06:30 WIB
Airlangga Hartarto
Foto: Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Singapura, Selasa 31 Mei 2022. Dalam pertemuan tersebut Airlangga berharap investasi dan perdagangan antara kedua negara bisa terus ditingkatkan.

"Sebagai mitra utama dalam investasi dan perdagangan, kami berharap dapat meningkatkan perdagangan dan investasi bilateral kami ke tingkat yang lebih tinggi dari sekarang," ujar Airlangga dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis (2/6/2022).

Terkait kerja sama investasi dan perdagangan kedua negara, total Foreign direct investment (FDI) dari Singapura tahun 2021 tercatat senilai US$ 9,3 miliar atau Rp 134,8 triliun (kurs 14.500) dengan lebih dari 16.760 proyek.

Sementara itu, volume perdagangan bilateral pada tahun 2021 mencapai US$ 27 miliar atau Rp 391,5 triliun. Ia melanjutkan setelah pandemi melandai dan ekonomi mulai pulih, Indonesia terus memperbaiki iklim investasi dan melakukan reformasi, seperti melalui UU Cipta Kerja dan Sistem Online Single Submission (OSS).

Airlangga turut menyampaikan terima kasih kepada Singapura atas dukungan berkelanjutan selama masa pandemi COVID-19. Airlangga juga mengapresiasi kerja sama bilateral kedua negara yang berkembang pesat selama masa kepemimpinan Perdana Menteri Lee Hsien Loong.

PM Lee Hsien Loong telah memutuskan untuk menyerahkan kepemimpinannya kepada Menteri Lawrence Wong yang terpilih sebagai Pemimpin Partai Aksi Rakyat (PAP) tim generasi keempat (4G) dan pada waktunya akan menjadi penerus sebagai Perdana Menteri Singapura.

Sebelumnya dalam kesempatan yang berbeda, Menko Airlangga mendorong anggota 3G (Global Governance Group) untuk memperkuat upaya mengatasi krisis global di bidang pangan, energi, dan keuangan.

"Sebagai salah satu dari 6 anggota Champions Group dari GCRG, Indonesia yakin grup tersebut dapat memberikan hasil nyata, dan memperkuat kerja sama lebih lanjut di antara negara-negara yang terkena dampak dalam tanggapan bersama terhadap krisis global," kata Airlangga.

Isu-isu yang sedang berlangsung menjadi agenda prioritas untuk Kepresidenan G20 Indonesia tahun ini karena Working Group G20 yang relevan akan menyinkronkan hasil mereka dengan program-program GCRG. "Kami nantikan kehadiran PM Lee di KTT G20 Bali, bulan November mendatang," pungkas Airlangga.



Simak Video "Konversi Elpiji 3 Kg ke Kompor Listrik Tak Dilakukan Tahun Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT