ADVERTISEMENT

Elon Musk Mau Pangkas 10% Karyawan Tesla, Ada Apa Nih?

Ilyas Fadilah - detikFinance
Sabtu, 04 Jun 2022 10:31 WIB
Jakarta -

CEO Tesla, Elon Musk mengatakan jika dirinya punya firasat buruk tentang kondisi ekonomi saat ini. Menurutnya, Tesla perlu memangkas sekitar 10% karyawan di perusahaan produsen mobil listrik yang berbasis di Texas ini.

Mengutip Reuters, Sabtu (4/6/2022), Elon Musk disebut menyurati jajaran eksekutif Tesla pada Kamis dan meminta mereka untuk menghentikan proses rekrutmen. Prospek negatif ini datang dua hari setelah Elon Musk meminta para stafnya untuk kembali Work From Office (WFO) atau angkat kaki dari perusahaannya.

Saham Tesla turun 9% di bursa Amerika Serikat (AS) hari Jumat kemarin. Nasdaq (.IXIC) yang berbasis teknologi melemah sekitar 2%.

Dalam email lain kepada karyawannya, Elon Musk mengatakan Tesla akan memangkas karyawannya sebanyak 10% karena telah terjadi kelebihan pegawai. Namun jumlah karyawan yang digaji per jam akan ditambah.

Diketahui Tesla memiliki 100.000 karyawan pada akhir 2021, menurut pengajuan laporan keuangan (SEC) tahunannya. Namun tidak ada rincian tentang jumlah pekerja yang digaji per jam.

Elon Musk menjelaskan jika pemangkasan karyawan tidak menyasar karyawannya yang memproduksi mobil, baterai listrik, atau instalasi solar panel.

Sebelumnya Elon Musk sempat memperingatkan tentang risiko resesi beberapa minggu terakhir. Namun, emailnya tentang penyetopan rekrutmen dan pemangkasan karyawan adalah yang paling berpengaruh.

"Elon Musk memiliki wawasan yang unik tentang ekonomi global. Kami percaya bahwa pesan darinya punya kredibilitas tinggi," ujar Adam Jonas, seorang analis Morgan Stanley dalam sebuah laporan.

(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT