ADVERTISEMENT

Terpopuler Sepekan

CEO Beberkan Biang Kerok GoTo Rugi Hingga Rp 6,6 T

Ilyas Fadilah - detikFinance
Sabtu, 04 Jun 2022 13:45 WIB
Gojek dan Tokopedia resmi merger dan menghasilkan grup GoTo.
Ilustrasi/Foto: Dok. GoTo
Jakarta -

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masih mengalami kerugian hingga kuartal pertama 2022. Tercatat kerugian emiten teknologi ini naik hingga Rp 1,95 triliun.

Seperti dikutip detikcom, Jumat (3/6/2022), dalam laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit, GoTo mencatat rugi periode berjalan pada kuartal I-2022 sebesar Rp 6,61 triliun. Angka itu meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu.

Aset milik GoTo tercatat Rp 151,13 triliun pada kuartal I-2022. Aset tersebut turun jika dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 155,13 triliun.

Total liabilitas GoTo sebesar Rp 16,61 triliun. Liabilitas mengalami kenaikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 16,11 triliun.

Berikutnya, jumlah ekuitas tercatat sebesar Rp 134,52 triliun, turun dari sebelumnya Rp 139,02 triliun. Pendapatan bersih tercatat sebesar Rp 1,49 triliun. Angka ini naik dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 904,83 miliar.

Penyebab Rugi GoTo Bengkak

CEO GoTo Andre Soelistyo mengatakan, rugi GoTo naik tajam karena data pembanding laporan keuangan kuartal I-2021 disajikan tanpa Tokopedia. Dia mengatakan, Gojek baru resmi bergabung dengan Tokopedia pada Mei 2021, sehingga kata dia, membandingkan kinerja GoTo kuartal I-2022 dengan kuartal I-2021 kurang tepat.

"Hal ini kurang tepat karena laporan keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia dan anak perusahaan periode kuartal I-2021 disajikan tanpa Tokopedia dikarenakan penggabungan dari Gojek dan Tokopedia baru selesai dilakukan bulan Mei 2021," katanya dalam konferensi pers.

"Sehingga untuk menggambarkan bisnis secara apple to apple akan lebih tepat menggunakan laporan keuangan proforma," tambahnya.

(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT