ADVERTISEMENT

Hasil Polling: Masyarakat Tak Setuju Tiket Naik Borobudur Jadi Rp 750 Ribu

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 07 Jun 2022 09:17 WIB
BOROBUDUR, SPECIAL REGION OF YOGYAKARTA, CE, INDONESIA - 2015/04/20: A tourist walks on the top platform of the Borobudur temple. The temple, built in the 8th century, is one of the largest Buddhist monuments in the world. Probably due to the decline of Buddhism and the Javanese conversion to Islam, it was abandoned for centuries and covered with volcanic ashes and thick vegetation. The UNESCO inscribed the temple on its world heritage list in 1991. (Photo by Thierry Falise/LightRocket via Getty Images)
Foto: LightRocket via Getty Images/Thierry Falise
Jakarta -

Harga tiket naik ke Candi Borobudur diwacanakan menjadi Rp 750 ribu. Harga tersebut dinaikkan dalam rangka konservasi situs peninggalan budaya tersebut.

Namun, masyarakat mayoritas tidak setuju dengan wacana tersebut. Hal itu diketahui dari hasil polling yang dilakukan detikcom. Polling itu resmi ditutup pukul 08.30 WIB.

Polling ini dibuka mulai Senin (6/6) kemarin pukul 08.30. Totalnya polling diikuti oleh 104 pembaca, dengan rincian 43 pembaca setuju dan 61 orang tidak setuju.

Seperti diketahui, Menko Marvest Luhut Binsar Pandjaitan sempat mengumumkan harga tiket naik ke Candi Borobudur untuk wisatawan lokal dan mancanegara akan menjadi Rp 750 ribu. Pegiat sejarah dan cagar budaya Surabaya pun menyetujui rencana itu.

Namun, berdasarkan hasil polling detikcom banyak pembaca yang tidak setuju dengan kenaikan tiket yang signifikan itu. Misalnya saja akun bernama Robert Budi, ia menyarankan jika demi pembatasan dan pelestarian maka bisa menerapkan sistem hari buka dan tutup dalam seminggu.

"Serta aturan yang lebih diperketat perihal kuota kunjungan dengan pendaftaran online khusus wisatawan yang mau akses naik Candi Borobudur. Tak kalah penting sosialisasi aturan yang lebih ketat terkait pelestarian cagar alam selama naik atau di dalam Candi Borobudur," tulisnya, dikutip Selasa (7/6/2022).

"Masih ada cara lain yang lebih masuk akal dibandingkan menaikkan HTM ke Candi Borobudur," tambahnya.

Pembaca lain bernama Yudha Hany yang tidak setuju juga menyarankan hal serupa yakni adanya sistem kuota untuk pengunjung dalam sehari. Menurutnya, jika kenaikan tiket hingga Rp 750 ribu, akan mengurangi wisatawan dan imbasnya kepada UMKM di tempat wisata itu.

"Lebih baik sistem kuota, jadi sehari dibatasi 200 pengunjung saja tapi harga tiket masih murah. Atau kalau mau kukuh Rp 750 ribu, beri alternatif wisata di sekitar Candi, misal museum atau waterpark, jadi orang yang nggak bisa naik tetap bisa berwisata di sekitar itu," ungkapnya.

Baca juga: Tarif Naik ke Borobudur Mau Jadi Rp 750 Ribu, Nyaris Separuh UMR Jateng

Apa kata mereka yang setuju? cek halaman berikutnya



Simak Video "Tarif Tiket Masuk Candi Borobudur Rp 750 Ribu Dibatalkan"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT