ADVERTISEMENT

Elon Musk Ancam Batal Beli Twitter, Ada Apa Nih?

Ilyas Fadhillah - detikFinance
Selasa, 07 Jun 2022 09:30 WIB
FILE - Tesla CEO Elon Musk attends the opening of the Tesla factory Berlin Brandenburg in Gruenheide, Germany on March 22, 2022. Musk says his deal to buy Twitter can’t ‘move forward’ unless the company shows public proof that less than 5% of the accounts on the platform are fake or spam. Musk made the comment in a reply to another user on Twitter early Tuesday, May 17, 2022. (Patrick Pleul/Pool Photo via AP, File)
Foto: AP/Patrick Pleul
Jakarta -

Elon Musk mengancam akan membatalkan pembelian Twitter (TWTR). Bos Tesla ini secara terbuka menuduh Twitter melanggar kesepakatan karena tidak memberikan data spam dan data akun palsu yang telah ia minta.

Dalam surat yang dikirim kepada kuasa hukum Twitter Vijaya Gadde, Elon Musk menganggap Twitter gagal memenuhi hak informasinya sebagaimana dimuat dalam perjanjian.

"Ini jelas pelanggaran material terhadap kewajiban Twitter berdasarkan perjanjian merger dan Mr. Musk memiliki semua hak yang dihasilkan darinya, termasuk haknya untuk tidak menyelesaikan transaksi dan haknya untuk mengakhiri perjanjian," kata salah satu pengacara Elon Musk, dikutip Rabu (7/6/2022).

Elon Musk mendesak Twitter untuk menyerahkan informasi terkait klaim bahwa bot dan akun palsu kurang dari 5% dari pengguna aktif Twitter. Dia juga menyerukan untuk melakukan penilaian independennya sendiri berdasarkan data Twitter.

Saham Twitter turun 5% di awal perdagangan hari Senin. Bahkan sebelum perkembangan berita ini, saham Twitter diperdagangkan jauh di bawah tawaran pengambilalihan Elon Musk sebesar US$ 54,20 atau Rp 780.480 (kurs Rp 14.400) per saham.

Twitter menyebut akan bekerja sama dengan Elon Musk dalam mengelola informasi demi menyelesaikan transaksi pembelian. Twitter pun berujar akan menyelesaikan transaksi dan memenuhi perjanjian merger dengan harga dan persyaratan yang disepakati.

CEO Twitter Parag Agrawal, telah mendukung metrik spam lama perusahaannya. Dalam sebuah pernyataan Senin, perusahaan mengatakan: "Twitter telah dan akan terus bekerja sama berbagi informasi dengan Mr Musk untuk menyelesaikan transaksi sesuai dengan ketentuan perjanjian merger."

Elon Musk menuduh jumlah akun spam di Twitter sebanyak 90%, jauh dari perkiraan. Ia mengatakan proses akuisisi sulit berlanjut sampai perusahaan mau membuka bukti metrik spamnya.

Analis Wall Street mengatakan penolakan ini adalah bentuk dari penyesalan pembelian. Ini juga merupakan upaya Elon Musk untuk menekan Twitter agar mau nego dan menurunkan harga.



Simak Video "Elon Musk Tunda Kesepakatan Beli Twitter, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT