ADVERTISEMENT

BUMN 'Si Unyil' Bakal Dicaplok Telkom, Damri dan PPD Mau Merger

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 07 Jun 2022 12:35 WIB
Direktur Utama Bank Mandiri Kartiko Wirjoatmodjo (tengah), Direktur Distributions Hery Gunardi (dua kiri), Direktur Retail BankingTardi (dua kanan), Direktur Treasury Darmawan Junaidi (kiri) dan Corporate Secretary Rohan Hafas sedang berbincang saat membuka paparan kinerja Laporan Keuangan Bank Mandiri Triwulan IV/17 di Jakarta, Selasa (6/2/2018). Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp 20,6 triliun pada akhir 2017 atau tumbuh 49,5% secara year on year (yoy), seiring dengan upaya perseroan dalam memperbaiki kualitas aset produktif dan meningkatkan fungsi intermediasi. Pencapaian tersebut didorong oleh kenaikan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 0,6% menjadi Rp 54,8 triliun dan peningkatan pendapatan atas jasa (fee based income) sebesar 16,4% menjadi Rp 23,3 triliun.
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana menggabungkan beberapa perusahaan pelat merah. Salah satunya, BUMN yang memproduksi film Si Unyil yakni Perum Produksi Film Negara (PFN) ke PT Telkom Indonesia (Persero).

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan selain itu, Perum Damri akan digabung atau merger dengan Perum PPD karena emiliki bisnis yang sama. Keduanya juga terdampak pandemi COVID-19. Pria yang akrab disapa Tiko ini mengatakan, penggabungan ini akan memperkuat BUMN.

"Pertama, nanti ada proses merger Damri dengan PPD. Kami akan update terpisah bahwa kita akan memergerkan Damri dengan PPD karena ini fungsinya sama dan saat ini dua-duannya terkena COVID-19. Lebih baik kita gabungkan supaya lebih kuat sehingga bisa menjangkau jaringan-jaringan perintis yang lebih lebar," paparnya dalam rapat kerja dengan Komisi VI, Selasa (7/6/2022).

Tiko melanjutkan, Telkom akan mengambil PFN. Menurutnya, PFN akan sulit jika berdiri sendiri.

Setelah bergabung dengan Telkom, PFN akan memproduksi film dan akan tayang di platform Telkom melalui Maxstream dan Indihome.

"Dan kemudian ada rencana kami untuk Telkom mengambil PFN kemungkinan. Ini sedang kita kaji, karena kami melihat ekosistem perfilman ini PFN kalau berdiri sendiri sulit. Kita gabungkan menjadi ekosistem di Telkom untuk produksi film yang nantinya ditayangkan di platform Telkom melalui Maxstream dan Indihome," jelasnya.

Lihat juga Video: Disindir Stafsus Erick Tak Perhatikan BUMN, Ini Balasan Fahri Hamzah

[Gambas:Video 20detik]



(acd/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT