ADVERTISEMENT

Erick Thohir Sebut Jumlah BUMN Bertambah Jadi 42, BSI Jadi Pelat Merah?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 07 Jun 2022 17:35 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir bahas kasus Asuransi Jiwasraya bersama Komisi VI DPR. Erick buka-bukaan soal penyelesaian sengkarut PT Asuransi Jiwasraya (Persero).
Menteri BUMN Erick Thohir/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan jumlah perusahaan pelat merah saat ini berjumlah 42. Jumlah tersebut bertambah satu dari sebelumnya 41. Ada BUMN baru?

Jumlah BUMN yang bertambah tersebut terungkap saat Erick bicara soal setoran dividen BUMN. Erick bercerita, dividen BUMN pada 2019 hampir mencapai Rp 50 triliun. Kemudian, pada 2020 jumlah dividen BUMN turun menjadi Rp 44 triliun.

Pada 2021, ia mulanya yakin bisa setor dividen Rp 40 triliun. Ia pun meminta maaf pandemi COVID-19 memukul kinerja perusahaan pelat merah sehingga setoran dividen turun menjadi Rp 29,5 triliun.

Setelah itu, Erick menyebut jumlah BUMN bertambah menjadi 42. Dengan kerja keras BUMN tersebut, setoran dividen BUMN tahun ini lebih dari target.

"Dengan kerja keras 108 company jadi 41, tapi 42 lagi karena BSI, jadi telurnya naik satu lagi. Mudah-mudahan turun lagi jadi 41," kata Erick dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (7/6/2022).

"Kita bisa melihat target 2022 yang tadinya Rp 36,4 triliun tentu berkat kerja sama kita semua sekarang, tentu saya ucapkan terima kasih direksi komisaris juga kita bisa memberikan dividen Rp 40 triliun yang kalah sedikit dari tahun 2020," lanjutnya.

Pada tahun depan, Erick menargetkan dividen BUMN antara Rp 43-45 triliun. Ia juga yakin jumlah dividen BUMN tembus Rp 50 triliun di 2024.

"Kita yakini tahun depan tadi saya sampaikan, kita akan mengejar di angka kira-kira Rp 43-45 triliun jadi sama dengan 2020. Tetapi di 2024 kita justru ingin dorong lebih tinggi dividen kalau yang dulu itu bisa Rp 50 triliun, di 2024 kalau bisa di atas Rp 50 triliun," jelasnya.

(acd/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT