Toilet di Starbucks Bakal Dilarang untuk Umum

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 11 Jun 2022 22:51 WIB
Setelah 15 tahun berdiri, Starbucks resmi keluar dari Rusia. Penangguhan dari negara tersebut dilakukan pada bulan Maret lalu.
Foto: istimewa/twitter
Jakarta -

Toilet di Starbucks kemungkinan dilarang kembali digunakan untuk umum. CEO Starbucks Howard Schultz mengatakan kebijakan tersebut sedang dikaji di internal perusahaan.

Dikutip dari CNN Business pada 2018 Starbucks pernah bermasalah dengan toilet yang ada di gerai. Saat itu ada dua orang pria yang menggunakan toilet Starbucks Philadelphia ketika mereka menunggu temannya.

Saat itu mereka duduk di gerai tanpa memesan apapun. Hal itu membuat pegawai Starbucks memanggil polisi dan dua pria itu ditangkap karena dinilai masuk tanpa izin.

Insiden tersebut menuai protes negatif. Starbucks meminta maaf dan menutup semua gerai selama sehari untuk menggelar pelatihan bagi pegawainya.

Dikutip dari nytimes.com, rencana penutupan toilet di gerai ini disebut sebagai salah satu keamanan pegawai.

Howard Schultz juga menyebut Starbucks kemungkinan harus menerapkan kebijakan untuk membatasi jumlah orang yang merupakan non pelanggan.

"Kami harus memberi keamanan untuk pegawai kami. Saya belum tahu apakah toilet bisa tetap digunakan (untuk non pelanggan)," jelas dia.

Ini merupakan kali pertama Schultz membahas lagi kebijakan toilet di gerai Starbucks. Pada tahun 2018 ketika Starbucks mengumumkan toilet di gerai bisa digunakan untuk umum, dia menyebut jika tak ingin menjadikan gerai sebagai toilet umum.

(kil/hns)