ADVERTISEMENT

Jokowi Sebut 22 Negara Setop Ekspor Pangan

Wildan Noviansah, Ilyas Fadilah - detikFinance
Sabtu, 11 Jun 2022 23:17 WIB
Presiden Jokowi
Foto: Presiden Jokowi. (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan banyak negara sekarang mulai mengunci hasil pangan mereka. Artinya, mengerem ekspor demi mengutamakan kebutuhan dalam negeri.

Bahkan, menurut Jokowi, ada 22 negara yang telah menghentikan ekspor hasil pangan.

"Hati-hati yang namanya urusan pangan, produksi pangan sekarang. Dulu bulan Januari baru 3 negara yang setop ekspor bahan pangannya. Sekarang sudah 22 negara tidak ekspor bahan pangannya, setop, dipakai sendiri, dipakai konsumsi rakyatnya sendiri," ujar Jokowi dalam silaturahmi dengan Relawan Tim 7 di di E-Convention Ancol, Sabtu (11/6/2022).

Padahal masih ada negara-negara yang mengandalkan impor pangan. Contohnya Indonesia masih mengimpor jagung, gandum, dan kedelai.

Namun di sisi lain, Jokowi bersyukur lantaran Indonesia sudah 3 tahun tidak ekspor beras. Biasanya, kata Jokowi, Indonesia mengimpor beras sebanyak 2 juta ton.

"Beras yang biasanya kita impor 2 juta ton, sudah tiga tahun ini kita tidak impor beras sama sekali, ini patut kita syukuri," kata Jokowi.

Menurut Jokowi keberhasilan tersebut berkat proyek bendungan yang sudah dibangun. Ada 29 bendungan yang sudah dibangun dari total 65 bendungan yang telah dikerjakan.

Jokowi pun melanjutkan, harga beras di Indonesia rata-rata masih Rp 10 ribu. Jika dibandingkan dengan negara lain seperti Amerika Serikat (AS), yang harganya mencapai Rp 52 ribu

Jika harga beras mencapai Rp 52 ribu, yang terjadi adalah demo satu tahun yang tidak akan selesai. Oleh sebab itu pemerintah terus menjaga harga beras agar tidak melambung.

Jokowi juga mengajak semua pihak perlu menjaga kebersamaan, demi stabilitas ekonomi, sosial, politik, dan keamanan negara. "Kalau negara tidak stabil, dikit-dikit goyang dikit-dikit demo, ya kita akan kesulitan membangun negara ini," tuturnya.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT