ADVERTISEMENT

Resesi Ekonomi Bikin Cardi B Penasaran, Kapan Benar-benar Terjadi?

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Senin, 13 Jun 2022 10:42 WIB
NEW YORK, NY - JANUARY 28:  Recording artist Cardi B attends the 60th Annual GRAMMY Awards at Madison Square Garden on January 28, 2018 in New York City.  (Photo by Christopher Polk/Getty Images for NARAS)
Cardi B/Foto: Christopher Polk/Getty Images for NARAS
Jakarta -

Kondisi ekonomi saat ini menjadi pertanyaan banyak orang, tidak terkecuali bagi rapper Amerika Serikat (AS), Cardi B. Cardi B mempertanyakan kapan resesi ekonomi terjadi.

Perkiraan terjadinya resesi di AS menjadi pembicaraan para ekonom, analis, politisi, hingga para pakar di dunia. Harga barang-barang melonjak, sedangkan saham anjlok imbas invasi Rusia ke Ukraina dan COVID-19.

Perkiraan terjadinya resesi telah menjadi pembicara yang kerap diutarakan para ekonom, analis pasar, politisi dan pakar di seluruh dunia.

Penyebabnya karena lonjakan harga, invasi Rusia ke Ukraina, dan COVID-19 masih menghantui perekonomian global. Suasana tidak mengenakan itu hampir seluruhnya karena inflasi, terutama karena harga gas dan makanan terus naik menjelang musim panas.

Mengutip CNN, Senin (13/5/2022), menyoal pertanyaan Cardi B, tidak ada yang tahu pasti kapan resesi ekonomi terjadi sampai sekelompok pembuat kebijakan di Biro Riset Ekonomi Nasional (National Bureau of Economic Research) AS mengumumkan.

Namun yang jelas resesi ekonomi mungkin saja terjadi. Dari suatu konsensus memperkirakan setiap penurunan besar dalam ekonomi tidak akan terjadi resesi sampai tahun depan karena pasar tenaga kerja yang kuat.

Sebuah jajak pendapat Quinnipiac pada Mei menunjukkan bahwa 85% orang AS berpikir resesi ekonomi mungkin terjadi pada tahun depan. Resesi bisa terjadi dengan sendirinya ketika masyarakat tidak yakin dengan kekuatan ekonomi dan cenderung menekan pengeluarannya.

Sejauh ini orang AS tidak kehilangan selera untuk berbelanja. The Fed yakin bahwa kekuatan pasar tenaga kerja dapat menangani serangkaian kenaikan suku bunga yang dilakukan bank sentral untuk mencoba meredakan panasnya kenaikan harga.

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT