ADVERTISEMENT

Dari Bisnis Thrifting, Pedagang Pasar Senen bisa Kantongi Rp 5 Juta/Hari

Ilyas Fadilah - detikFinance
Senin, 13 Jun 2022 14:54 WIB
Salah satu lokasi yang cukup terkenal dan jadi lokasi utama berburu para thrifter adalah Pasar Senen. Sebelum istilah thrifting tenar di kalangan anak muda, pasar ini memang sudah tersohor sebagai penyuplai pakaian bekas.
Foto: Ilyas F
Jakarta -

Thrifting menjadi tren fashion yang digemari kaum muda. Thrifting adalah berburu pakaian branded bekas, yang umumnya diimpor dari luar negeri.

Beberapa tahun terakhir, jumlah pecinta thrifting semakin bertambah. Hal ini tentu menjadi berkah tersendiri bagi sebagian orang.

Pemilik thrift shop di Pasar Senen misalnya, yang mengaku dapat mengantongi omzet hingga jutaan per satu hari.

"Omzet nggak nentu, tergantung rame nggaknya yang beli. Kalau sepi ya Rp 5 juta ke bawah, tapi kalau rame bisa belasan juta," kata Ajis, salah satu penjaga thrift shop di Pasar Senen kepada detikcom, Senin (13/6/2022).

Puncak jumlah pengunjung di pasar Senen umumnya terjadi hari Sabtu dan Minggu. Sementara hari biasa seperti Senin tidak terlalu ramai.

Ajis mengaku ada target harian yang dipasang bos thrift shop, yaitu minimal Rp 1 juta per hari. Dari keterangan Ajis, bosnya memiliki total 25 toko di sekitar Pasar Senen.

Pedagang mendapat pasokan baju bekas dari age di Pasar Senen. Satu ball berisi 200 sampai 500 pakaian dibanderol Rp 5 juta - Rp 7 juta. Namun tidak semuanya lolos sortir dan layak jual.

Mayoritas pakaian berasal dari Jepang, Korea selatan, dan sebagian kecil dari Amerika Serikat. Harganya sendiri bervariasi, tergantung kualitas dan merk pakaian.

Namun, untuk kantong millenial harga pakaian di Pasar Senen relatif terjangkau. Pembeli yang beruntung dapat membawa pulang produk brand-brand populer seperti Zara, GAP, H&M dengan harga mulai dari Rp 35 ribu.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT