Daftar Perusahaan Besar yang Bangkrut di Dunia, Sampai Rugi Ribuan Triliun!

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Selasa, 14 Jun 2022 10:50 WIB
Real Estate concept, judge gavel / lawyer in auction with house model
Daftar Perusahaan Besar yang Bangkrut/Foto: Getty Images/iStockphoto/Chalirmpoj Pimpisarn
Jakarta -

Pernahkah dari kalian yang ingin mengetahui perusahaan besar yang bangkut di dunia? Memulai bisnis untuk membangun sebuah perusahan, tentu tidak hanya membutuhkan modal, dan juga bukan tugas yang mudah. Sejatinya, seorang pengusaha juga akan mengambil risiko besar, dan tidak adanya kepastian pendapatan.

Tentu saja, di beberapa tahun pertama, kemungkinan besar perusahaan akan mengalami kerugian, bahkan jika mendapat untung, tidak terlalu besar atau hanya dalam jumlah rata-rata saja. Kemudian, kemungkinan paling menakutkan adalah ketika perusahaan sudah besar, bisnis itu bisa saja gagal atau bangkrut.

Berdasarkan Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS), 20% dari semua bisnis, bisa jatuh begitu saja dalam dua tahun pertama pendiriannya. Sementara, 45% atau hampir setengah dari semua bisnis, runtuh dalam lima tahun pertama, dan 65% tidak berhasil melewati 10 tahun perusahaan. Hanya 15% bisnis yang berhasil melewati 15 tahun usia perusahaan. Untuk itu, ada juga daftar perusahaan besar yang bangkut di dunia. Simak informasi lengkapnya di bawah ini:

Daftar 5 Perusahaan Besar yang Bangkrut di Dunia

Dikutip laman Insider Monkey, Selasa (14/6/2022), daftar perusahaan besar yang bangkrut di dunia:

1. Lehman Brothers

Total aset pada saat kebangkrutan: US$ 691,1 miliar atau Rp 10.159 triliun

Tanggal bangkrut: 15 September 2008

Lehman Brothers adalah perusahaan yang menjadi korban paling terkenal, dari krisis keuangan 2008 lalu. Lehman Brother adalah bank investasi terbesar keempat di AS pada saat kebangkrutanya, setelah ada selama 158 tahun sebelum akhirnya mengajukan kebangkrutan. Perusahaan ini juga memiliki 25.000 karyawan yang saat itu tiba-tiba diberhentikan.

Alasan di balik kebangkrutan Lehman Brothers, adalah keterlibatan Lehman dalam krisis subprime mortgage (yang merupakan dasar dari resesi 2008), penurunan peringkat aset oleh lembaga pemeringkat kredit, hilangnya kepercayaan dan hilangnya nilai saham secara besar-besaran. Karena alasan ini, perusahaan kehilangan sebagian besar kliennya, yang pindah ke bank yang berbeda. Bahkan perusahaan ini telah menjadi salah satu kebangkrutan paling terkenal dan terbesar di dunia. Aset Amerika Utaranya kemudian dibeli oleh Barclays.

2. Washington Mutual

Total aset pada saat kebangkrutan: US$ 327,9 miliar atau Rp 4.820 triliun

Tanggal bangkrut: 26 September 2008

Washington Mutual adalah perusahaan induk bank tabungan, yang juga pemilik asosiasi simpan pinjam terbesar di seluruh AS. Kejatuhan perusahaan terjadi sebagai akibat dari keterlibatannya dalam krisis subprime mortgage tahun 2008, yang menyebabkan kerugian besar dalam nilai saham perusahaan, serta pemutusan hubungan kerja ribuan karyawan. Ketika pelanggan kehilangan kepercayaan pada bank, mereka menarik hampir US$17 miliar, yang menyebabkan Federal Deposit Insurance Corporation masuk untuk menyita aset perusahaan dan akhirnya, menjualnya ke JP Morgan Chase.

3. Worldcom

Total aset pada saat kebangkrutan: US$ 103,9 miliar atau Rp 1.527 triliun

Tanggal bangkrut: 21 Juli 2002

Di masa jayanya, Worldcom adalah perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di AS, setelah AT&T. Namun, perusahaan ini terlibat dalam skandal akuntansi besar pada tahun 2002, di mana metode penipuan digunakan untuk menyembunyikan hilangnya pendapatan perusahaan. Kehebohan dan perhatian berikutnya seputar perusahaan, adalah perusahaan menyatakan kebangkrutan.

4. Pacific Electric and Gas

Pacific Electric and Gas adalah perusahaan yang menempati urutan keempat daftar perusahaan besar yang bangkrut di dunia. Perusahaan ini harus membayar miliaran dolar, kepada korban kebakaran hutan di California. Hal ini menambah kerugian miliaran pada tahun 2019, sehingga mengakibatkan perusahaan dinyatakan pailit (situasi pihak debitur yang tidak mampu atau kesulitan untuk membayar utang), meskipun sudah mulai keluar dari fase itu.

5. General Motors

Total aset pada saat kebangkrutan: US$ 82,3 miliar atau Rp 1209 triliun

Tanggal bangkrut: 1 Juni 2009

General Motors telah menghadapi masa-masa sulit mereka pada tahun 2009, di mana pada dasarnya perusahaan membutuhkan dana talangan senilai hampir US$ 40 miliar dari pemerintah AS. Sehingga, hal itu lah yang mengakibatkan seluruh reorganisasi perusahaan itu sendiri.

Nah, itu tadi daftar perusahaan besar atau konglomerat yang bangkrut di dunia.

(fdl/fdl)