Tiket Rp 750.000 Batal, Ini Tata Cara Naik Candi Borobudur yang Baru

ADVERTISEMENT

Tiket Rp 750.000 Batal, Ini Tata Cara Naik Candi Borobudur yang Baru

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 14 Jun 2022 21:00 WIB
MAGELANG, CENTRAL JAVA, INDONESIA - MAY 07: A view of empty Borobudur temple as its closed for public, following the Council of Buddhist Communities (Walubi) has called on Buddhists to worship at home and has prohibited any public processions at the temples to curb the spread of the coronavirus on May 7, 2020 in Magelang, Central Java, Indonesia. In the Borobudur and Mendut Buddhist temple where large services normally take place annually, thousands of Buddhist monks and followers would have lined up at the venue, and makes it the most visited tourist attraction in Indonesia. The stages of life of Buddhisms founder, Gautama Buddha, which are celebrated at Vesak are his birth, enlightenment to Nirvana, and his passing (Parinirvana). Indonesia is struggling to contain hundreds of new daily cases of coronavirus, officials have so far confirmed over 12,500 cases of COVID-19 in the country with at least 930 recorded fatalities. The coronavirus (COVID-19) pandemic has spread to at least 200 countries and territories around the world, claiming over 250,000 lives and infecting over 3.6 million. (Photo by Ulet Ifansasti/Getty Images)
Foto: Getty Images/Ulet Ifansasti
Jakarta -

Wacana penerapan tiket naik Candi Borobudur Rp 750.000 batal dilakukan. Hal ini diungkapkan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai melakukan rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo.

Meski begitu, rencana pembatasan kuota pengunjung yang hendak naik maksimal 1.200 orang per hari ke atas candi tetap bakal berlaku.

"Jadi intinya tidak ada kenaikan tarif, tetap Rp 50 ribu masih, pelajar SMA ke bawah itu Rp 5 ribu, tapi dibatasi kuota untuk naik ke atas," kata Basuki usai rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (14/6/2022).

Namun, dengan keputusan ini akan ada cara baru buat naik Candi Borobudur. Seperti apa sih?

Meskipun tarif naik Candi Borobudur Rp 750.000 tak jadi diberlakukan, bukan berarti semua orang bebas naik ke area candi bersejarah itu. Dengan ada penetapan kuota 1.200 orang per hari, untuk naik Candi Borobudur harus melakukan pendaftaran secara online.

"Kuota untuk naik ke candi itu dibatasi, mungkin 1.200. Jadi harus daftar online," ujar Basuki.

Bukan cuma itu saja, Basuki juga mengatakan pengunjung yang hendak naik ke atas candi akan didampingi oleh tour guide khusus yang ada di Candi Borobudur. Dia bilang ada kemungkinan tour guide ini akan menambah biaya bagi wisatawan.

"Saya kira ya kan (harus bayar). Biasa kan kalau orang mau pakai guide mosok mau gratis," kata Basuki.

Pengunjung juga harus memakai alas kaki yang disediakan untuk naik ke candi. Hal ini untuk melestarikan bangunan candi, dengan alas kaki khusus ini wisatawan dapat meminimalisir pengikisan pada batuan bangunan candi.

"Nanti ada alas kaki disediakan nggak boleh pakai sepatu, karena itu mengikis batuan. Jadi memang disediakan alas kaki untuk naik ke atas," ujar Basuki.



Simak Video "Respons Turis Lokal dan Asing soal Harga Tiket Candi Borobudur"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT