Jelang Sidang CGI
Tradisi Ngutang Tak Berubah
Sabtu, 10 Jun 2006 14:25 WIB
Jakarta - Meski sudah punya utang sekitar Rp 1.200 triliun, tradisi ngutang pemerintah tak berubah. Budaya besar pasak daripada tiang membuat utang menjadi ketagihan."Kita perlu utang karena perilaku kita tidak berubah yaitu lebih besar pasak dari pada tiang. Jadi kalau tidak utang bisa amblas ini negara," kata pengamat ekonomi Faisal Basri.Hal itu disampaikan Faisal menanggapi rencana pemerintah yang akan mengajukan utang baru dalam sidang Consultative Group on Indonesia (CGI) 14 Juni mendatang, dalam talkshow Trijaya di Plaza Semanggi, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (10/6/2006).Salah satu upaya melepas ketergantungan utang, menurut Faisal, adalah dengan meningkatkan penerimaan dalam negeri serta memperkuat basis pendapatan pajak."Intinya harus mengurangi ketergantungan utang luar negeri. Memang kita sedang gamang karena di satu pihak membuka diri untuk globalisasi tapi kemudian kita sadar asing telah mendominasi," papar Faisal.Namun Faisal melihat, saat ini sudah ada sedikit upaya pemerintah menekan utang dengan memperkecil pinjaman baru dan mempercepat pembayaran utang ke IMF.Dia berharap, pemerintah semakin mandiri dengan terus menggali potensi penerimaan dalam negeri tanpa harus mengorbankan aset bangsa.Sidang CGI akan berlangsung mulai 14 Juni yang salah satunya membahas rencana pengajuan utang baru pemerintah yang sekitar US$ 1,7-1,9 miliar.
(ir/)











































