Jangan Takut Beli Daging di Pasar, Lakukan 4 Hal Ini Setelah Sampai Rumah

ADVERTISEMENT

Jangan Takut Beli Daging di Pasar, Lakukan 4 Hal Ini Setelah Sampai Rumah

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 20 Jun 2022 14:15 WIB
Pedagang daging sapi di pasar tradisional Banjarnegara, Selasa (17/5/2022).
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Indonesia tengah dilanda penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak. Berdasarkan informasi terakhir, penyakit tersebut sudah menyebar di 18 wilayah di Indonesia.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pernah menegaskan PMK tidak menular ke manusia meski tingkat penyebarannya cepat pada hewan. Hal ini dikatakan Syahrul dalam dapat dengan DPR bulan lalu.

Meski begitu, menurut data Kementerian Pertanian daging, jeroan, tulang, kepala yang berasal dari hewan tertular PMK berpotensi menularkan ke hewan yang sehat. Jadi ada beberapa hal yang harus diperhatikan masyarakat jika membeli daging di pasar.

Yang pasti, ketika membeli daging di pasar pastikan daging tersebut berasal dari rumah potong hewan yang proses pemotongannya mendapat pengawasan langsung dari dokter hewan.

Kemudian, mengutip dari infografis dari Kementerian Pertanian, Senin (20/6/2022) ada beberapa hal yang penting dilakukan. Pertama, setelah membeli jangan cuci daging sebelum diolah. Lebih baik, langsung direbus daging 30 menit di air mendidih.

Hal tersebut dilakukan agar virus penyakit mulut dan kuku (PMK) tidak menyebar ke lingkungan. Setelah direbus baru boleh diolah.

Kedua, dinginkan lalu bekukan daging. Tips ini dilakukan jika daging tidak langsung dimasak atau akan disimpan di freezer maka daging bersama kemasan disimpan terlebih dahulu pada suhu dingin (chiller) minimal 24 jam.

Ketiga, jika yang suka jeroan pastikan memilih yang sudah direbus. Jika jeroan masih mentah, rebus dahulu dalam air mendidih selama 30 menit sebelum disimpan di kulkas atau diolah.

Keempat, jangan langsung buang kemasan bekas daging . Dianjurkan rendam terlebih dahulu dengan deterjen atau pemutih pakaian atau cuka dapur untuk mencegah pencemaran virus ke lingkungan.

Bersambung ke halaman berikutnya. Langsung klik

Sebelumnya, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nasrullah pernah mengatakan berdasarkan sifatnya, virus PMK akan mati pada suhu di atas 50 derajat celcius dan pada pH kurang dari 6,0 atau pH lebih dari 9,0. Ia juga menegaskan bahwa PMK tidak menular ke manusia.

Ia juga menyarankan beberapa tips untuk mengolah daging dan membutuh virus PMK. Nasrullah menerangkan daging hewan yang akan dikonsumsi harus dibekukan terlebih dahulu sebelum diolah di lemari pendingin dengan suhu di atas 2 derajat celcius selama 24 jam.

"Atau dengan perebusan daging pada suhu 70 derajat celcius minimal 30 menit," kata Nasrullah, kepada detikcom awal bulan ini.

Kementan juga telah menerbitkan SE Menteri Pertanian No 3 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Kurban dan Pemotongan Hewan dalam Situasi Wabah PMK serta SE Mentan No 2 Tahun 2022 tentang Penataan lalu lintas hewan Rentan produk hewan dan Media pembawa lainnya di Daerah Wabah PMK.

"Ini diterbitkan untuk mencegah penyebaran PMK. Selain itu berbagai materi KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) telah disusun dan disebarluaskan melalui berbagai media, baik media sosial dan sosialisasi kepada pemerintah daerah, baik melalui rapat virtual maupun Webinar," ungkapnya.

"Dengan harapan dapat membantu menyebarkan informasi yang benar dan tepat kepada masyarakat. Masyarakat dapat berperan untuk mencegah penyebaran PMK ke lingkungan sekitar atau hewan rentan dengan melakukan penanganan yang benar terhadap daging," tutupnya.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT