ADVERTISEMENT

Mimpi RI Kuasai Bisnis Kopi Dunia

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Rabu, 22 Jun 2022 10:33 WIB
Berbicara tentang kopi, Sulawesi Utara memiliki kopi yang tak kalah cita rasanya jika dibandingkan dengan kopi lokal daerah lain. Tumbuh di atas ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, kopi Koya Minahasa mulai menjadi primadona tersendiri bagi pecinta kopi.
Foto: ANTARA FOTO/FAUZAN
Jakarta -

Indonesia merupakan produsen biji kopi terbesar ke empat di dunia. Kementerian Pertanian (Kementan) sesuai data International Coffee Organization (ICO) menyatakan, pada tahun 2019/2020, total kebutuhan kopi dunia mencapai 9,8 juta ton per tahun, sedangkan total produksi kopi dalam negeri baru sebatas 686 ribu ton. Masih di bawah Brazil, Vietnam, Kolombia, sebagai 3 negara produsen kopi terbesar di dunia.

Namun, peluang Indonesia menyusul tiga negara tersebut sebagai negara produsen kopi terbesar dunia masih terbuka lebar. Ini mengingat luasnya lahan yang dimilik Indonesia serta tren minum kopi yang tengah meningkat pesat saat ini.

Demi meningkatkan kuantitas dan kualitas biji kopi dalam negeri, Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meluncurkan Program Project Management Office (PMO) Kopi Nusantara. Dwi Sutoro selaku Direktur Pemasaran Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), mengemban amanah sebagai Ketua PMO Kopi Nusantara.

Saat ini PMO Kopi Nusantara memiliki 9 pilot projects di 6 wilayah yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Total lahan yang kita fasilitasi hingga saat ini lebih dari 6.500 hektar yang dikelola oleh 2.500 petani. Kami berharap hasil panen dari lahan tersebut akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional," ujar Dwi Sutoro.

Peluang Indonesia menjadi pemain utama (key leader) industri kopi internasional terbuka lebar, karena biji kopi Indonesia, dengan proses on farm dan off farm yang baik, memiliki cita
rasa dan kualitas level premium. Potensi ini perlu mendapatkan perhatian, khususnya terkait instrumen perlindungan Kekayaan Intelektual, dalam hal ini Indikasi Geografis (IG).

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT