ADVERTISEMENT

Bagaimana Cara Agar Milenial Bisa Melek Keuangan?

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 22 Jun 2022 13:00 WIB
Merayakan Bulan Inklusi Keuangan
Foto: detik

Co-Chair Education Working Group G20 2022 dan Dirjen GTK Kemendikbudristek Iwan Syahril mendorong setiap provinsi perlu memiliki satu universitas keguruan dengan program studi pendidikan anak berkebutuhan khusus yang baik.

"Kita harus percaya sepenuh hati bahwa dalam pendidikan, setiap anak, termasuk yang berkebutuhan khusus, telah dan dapat mencapai ekspektasi setinggi-tingginya. Ini adalah keyakinan mendasar dalam pendidikan yang baik," ungkap Iwan. Menurut Staf Khusus Presiden dan pendiri Kitong Bisa Billy Mambrasar, lembaga pendidikan nonformal bisa menjadi cara untuk mengambil aksi nyata dalam mewujudkan pendidikan inklusif.

"Indonesia sangat luas dengan 17.000 pulau. Di Papua sendiri, desa-desa, kabupaten jauh antara satu dengan yang lain. Solusi yang kita bisa lakukan adalah kembali ke desa kita, membuka lembaga pendidikan nonformal, mengadopsi kurikulum Kemendikbudristek, memberikan akses kepada pelajar Papua lainnya dan memotivasi mereka bahwa malam ini, 50 pemimpin muda dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Manokwari dan kalian bisa menjadi salah satu dari mereka di kemudian hari," jelas Billy.

Pada kesempatan ini pula, dilaksanakan diskusi High-Level Panel yang menghadirkan Sandiaga Uno, Dian Triansyah Djani, Yenny Wahid, dan Jaleswari Pramodhawardani yang memberikan pandangan mereka terhadap keberagaman dan inklusifitas dalam G20 serta kesempatan untuk pembaruan kebijakan. Dorong Pendidikan Inklusif Pra-KTT Y20 Ke-4 turut menggelar talk show terkait pendidikan inklusif. Para narasumber membahas isu pendidikan di era pandemi Covid-19 hingga pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.


(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT