ADVERTISEMENT

Erick Thohir Ziarah Makam Buya Syafii, Kenang Pemikiran-Mau Bangun Masjid

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 22 Jun 2022 21:15 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir berziarah ke makam Buya Syafii Maarif di Taman Makam Husnul Khotimah PKU Muhammadiyah, Kulon Progo, Rabu (22/6/2022). Erick didampingi Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman, Komisaris Independen PT Jamkrindo Muhammad Muchlas Rowi dan beberapa pengurus Rumah Sakit PKU Muhammadiyah.

Erick Thohir Ingin Ikhtiar Jadikan Ummat Berdaya Laksana Ombak, Seperti Pesan Beliau.
Erick Thohir Ziarah Makam Buya Syafii, Kenang Pemikiran-Mau Bangun Masjid/Foto: dok. BUMN
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berziarah ke makam Buya Syafii Maarif di Taman Makam Husnul Khotimah PKU Muhammadiyah, Kulon Progo, Rabu 22 Juni 2022. Erick ziarah ke makam Buya Syafii Maarif usai meminta izin kepada Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Erick didampingi Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman, Komisaris Independen PT Jamkrindo Muhammad Muchlas Rowi, dan beberapa pengurus Rumah Sakit PKU Muhammadiyah. Erick mengatakan bahwa Buya Syafii Maarif merupakan sosok cendekiawan, intelektual, ulama kharismatik, dan guru bangsa.

"Hari ini, saya di sini, di depan makam Buya, ingin menelusuri tapak, mengikuti suluh, dan meneladani ketulusan hidup Buya Syafii Maarif," tutur Erick dalam keterangannya, Rabu (22/6/2022).

Erick mengenang Buya yang memiliki jasa penting merekatkan kerukunan umat beragama melalui berbagai dialog antar iman yang menjadi landasan penting bagi penerus bangsa. Perjuangan Buya tidak cuma sebatas kata namun dilakukannya dengan aksi nyata.

"Sebagai cendekiawan, Buya Syafii Maarif mengajarkan dirinya agar memiliki cakrawala berpikir yang luas. Tidak berhenti di satu titik, agar selalu mampu menawarkan solusi bagi masalah kekinian," ujar Erick.

Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) itu menambahkan pondasi kerukunan yang dibangun almarhum Buya Syafii adalah bekal bagi dirinya dan bagi anak bangsa meneruskan tongkat estafet sekaligus mencari keseimbangan di sisi lain termasuk di bidang ekonomi.

Erick mengenal Buya juga dari beberapa pokok pemikirannya yang tertuang di Harian Republika, media miliknya. Salah satu tulisan yang memengaruhi cara berpikir Erick adalah tulisan pertama Buya 'Bangkit Secara Otentik' yang dimuat di kolom 'Resonansi' Republika edisi 13 Januari 2004.

"Ketika saya masih menjadi direktur utama di Republika, Saya ingat masa-masa saat almarhum Buya Ahmad Syafii Maarif giat menulis di kolom Resonansi milik koran Republika. Saya bahkan ingat tulisan pertama Buya di Republika edisi 13 Januari 2004, berjudul 'Bangkit Secara Otentik', tulisan itu masih relevan dengan situasi sekarang, keteguhan sikap dan pemikiran Buya soal kebangsaan dan kenegaraan ia tujukan untuk masa depan bangsa dan negara," kata Erick.

Sesuai pesan Buya, dirinya ingin ikut berikhtiar menjadikan umat lebih berdaya laksana ombak, tidak sekedar buih. Erick juga berkomitmen untuk membangunkan masjid di dekat lokasi pemakaman Taman Khusnul Khotimah.

(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT