ADVERTISEMENT

Airlangga Ungkap 3 Kunci Hadapi Isu Ketahanan Pangan di Dalam Negeri

Erika Dyah - detikFinance
Rabu, 22 Jun 2022 20:48 WIB
Airlangga Hartarto
Foto: Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyelenggarakan kegiatan pendukung dari sektor pangan dan agribisnis guna menyukseskan Presidensi G20. Salah satunya, melalui rangkaian kegiatan bertajuk 'Pangan Indonesia untuk Dunia yang Lebih Baik (Indonesian Food for a Better World)' yang digelar di 3 wilayah berbeda di Indonesia.

Adapun kegiatan ini digelar di Jakarta, sebagai lokasi Kick Off Events. Serta diikuti dengan kegiatan di Labuan Bajo dan Borobudur, Magelang. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap kegiatan ini meliputi exposure komoditas, ajang pertemuan bisnis, festival dan karnaval, serta talkshow. Ia pun menyinggung soal isu ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas bagi pihaknya.

"Isu ketahanan pangan sangat penting. Kita harus betul-betul berkonsentrasi terhadap ketersediaan pangan dalam negeri. Jadi kuncinya hanya tiga hal, yakni mengamankan supply side, diversifikasi pangan, dan efisiensi," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis, Rabu (22/6/2022).

Airlangga menjelaskan kepemimpinan Indonesia dalam Presidensi G20 dipromosikan sebagai bridge builder antara negara maju dan berkembang. Sehingga, pelaksanaan Presidensi G20 Indonesia tahun 2022 diharapkan memberi manfaat secara ekonomi melalui main events, side events, dan Road to G20 Summit di berbagai kota di Indonesia.

Ia menambahkan Sherpa Meeting G20 menjadi pertemuan tingkat tinggi yang strategis bagi Indonesia. Serta menjadi ajang untuk mengkampanyekan beragam produk unggulan Indonesia yang potensial dan menjadi andalan ekspor, termasuk produk agrikultur Indonesia yang terseleksi sebagai andalan ekspor.

Dalam Kick Off Events yang mengusung sub tema 'Pangan Nusantara' di Lapangan Banteng, Jakarta hari ini, Airlangga juga menyebutkan berbagai pihak yang terlibat dalam mendukung kegiatan sektor pangan dan agribisnis di Indonesia. Mulai dari petani selaku produsen, BUMN, UMKM, eksportir, pelaku pasar, serta Kementerian/Lembaga (K/L) terkait baik di pusat maupun di daerah.

Ia juga menjelaskan mengenai efisiensi dan efektivitas produksi hasil pertanian, diversifikasi pangan, ekspor, harga bahan pangan, ketersediaan pupuk, hingga penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

"Indonesia luas lahan pertaniannya 3 kali lebih besar dari Thailand, sehingga tentu yang kita dorong adalah efisiensi dan produktivitas. Ke depan, untuk diversifikasi pangan kita punya komoditas unggulan yang lain," ungkapnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Musdhalifah Machmud mengungkap harapannya agar kegiatan ini bisa menjadi momentum lahirnya berbagai inovasi teknologi, kerja sama, peluang investasi, dan pasar ekspor untuk sektor pangan dan agribisnis Indonesia.

Musdhalifah menyampaikan adanya dukungan kepada Presidensi G20 juga diharapkan bisa memberikan manfaat dan memaksimalkan peluang yang ada. Khususnya dalam meningkatkan ekonomi rakyat Indonesia di sektor pangan dan agribisnis.

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menambahkan kolaborasi menjadi hal yang penting untuk perbaikan tata kelola pangan.

"Hal ini pun sesuai yang diamanatkan Presiden Joko Widodo pada Sidang Kabinet Paripurna kemarin diperlukan sebuah orkestrasi yang baik antara Kementerian/Lembaga, BUMN, Swasta dan daerah untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri maupun peningkatan produksi pangan untuk potensi ekspor pangan Indonesia," kata Arief.

Sebagai informasi, rangkaian kegiatan Kick Off ini diawali dengan Karnaval Panen Raya yang memamerkan berbagai produk pangan unggulan Indonesia. Ada 8 buah gunungan yang diarak dengan iringan Pasukan Pembawa Bendera Merah Putih, Marching Band, serta ondel-ondel.

Acara Kick Off Events 'Pangan Nusantara' ini turut dihadiri oleh Menteri Perindustrian, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Koperasi dan UKM, Menteri Komunikasi dan Informasi, Wakil Menteri Perdagangan, perwakilan sejumlah kedutaan besar negara asing, perwakilan Pemerintah DKI Jakarta, sejumlah Direktur Utama BUMN, BUMD/Swasta/Asosiasi, dan Akademisi, serta didukung oleh lebih kurang 75 UMKM berikut sejumlah mitra.



Simak Video "Airlangga: Covid-19 Bisa Dikendalikan, Tapi Harus Hati-hati BA.4 & BA.5"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT