Kontroversi Investasi Yusuf Mansur hingga Digugat dan Digeruduk Investor

ADVERTISEMENT

Kontroversi Investasi Yusuf Mansur hingga Digugat dan Digeruduk Investor

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 23 Jun 2022 05:30 WIB
Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Quran
Foto: Iswahyudi / 20detik
Jakarta -

Sederet kontroversi muncul pada bisnis milik Ustaz Yusuf Mansur. Kini ustaz kondang itu 'dikejar-kejar' oleh para investornya.

Sejak akhir tahun 2021, investor Yusuf Mansur mulai mengejar sang ustaz untuk meminta kejelasan pada hasil investasinya. Yang pertama kali bermasalah adalah investasi tabung tanah. Ada dua gugatan yang ditujukan ke Yusuf Mansur untuk kasus investasi yang satu ini.

Gugatan pertama terdaftar dengan nomor 1366/Pdt.G/2021/PN Tng yang diajukan oleh Sri Sukarsi dan Marsiti. Yusuf Mansur digugat membayar total senilai Rp 337.960.000 pada perkara tersebut.

Namun, sang ustaz lolos dari gugatan yang satu ini. Per hari Rabu 22 Juni 2022, majelis hakim memutuskan gugatan tersebut tidak dapat diterima.

Tapi, Yusuf Mansur baru lolos dari satu gugatan. Untuk masalah investasi tabung tanah masih ada satu gugatan lagi yang datang kepadanya. Gugatan yang kedua tercatat dengan nomor 1391/Pdt.G/2021/PN Tng terkait perbuatan melawan hukum. Gugatan itu pun sama-sama didaftarkan di akhir 2021.

Ada 3 nama penggugat yaitu Surati, Yeni Rahmawati, dan Aida Alamsyah. Dalam perkara ini Ustaz Yusuf Mansur digugat membayar total Rp 560.156.390 untuk 3 penggugat.

Asfa Davy Bya, selaku kuasa hukum Surati, Yeni, dan Aida, pernah menceritakan dan menjelaskan perkara investasi tabung tanah yang dibesut Ustaz Yusuf Mansur itu. Investasi itu pernah ditawarkan kepada TKW oleh Ustaz Yusuf Mansur saat berada di Hongkong, termasuk 3 kliennya.

"Jadi penggugat tiga orang mereka pada waktu itu TKW yang di Hongkong. Sdr ja'man nurkhib Mansur saat itu ke sana di pengajian menawarkan investasi tabung tanah," jelas Asfa usai sidang di Pengadilan Negeri Tangerang, Januari lalu.

Asfa menjelaskan sebetulnya belum jelas juga seperti apa model investasi yang ditawarkan Yusuf Mansur melalui program tabung tanah. Yang jelas kliennya ditawarkan untuk memberikan uang dan didaftarkan sebagai anggota koperasi merah putih. Kemudian, kliennya akan mendapatkan tanah satu meter persegi.

"Apa tabung tanah itu? Itu juga sebenarnya tidak clear karena hanya ditawarkan satu meter persegi seharga Rp 2,2 juta. Yang mana didaftarkan harus menjadi anggota koperasi merah putih," terang Asfa.

Lanjut ke halaman berikutnya.

Simak Video 'Respons Yusuf Mansur Usai Menang Gugatan Kasus Tabung Tanah':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT