Tajir Melintir, Ini 7 Konglomerat Pemilik Stasiun Televisi di RI

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 23 Jun 2022 11:11 WIB
Gedung MNC Group
Konglomerat Media/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Untuk bisa mengelola bisnis media tidak mudah karena membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Oleh karena itu, biasanya para pemilik media seperti stasiun televisi hanya dimiliki oleh para konglomerat.

Para pemilik stasiun televisi di Indonesia ini biasanya juga memiliki beberapa usaha lain agar tetap bisa bertahan. Terlebih mengingat saat ini sudah banyak media streaming online yang mulai menggerus pasar pertelevisian.

Lalu siapa saja konglomerat yang masih "memiliki" stasiun televisinya sendiri? Berdasarkan hasil riset tim CNBC Indonesia, berikut 7 konglomerat pemilik stasiun televisi di RI.

1. Hary Tanoesoedibjo

Pengusaha yang kini juga aktif di dunia politik lewat Partai Perindo ini merupakan salah satu taipan yang bisnis utamanya bergerak di industri media.

Melalui grup bisnis Media Nusantara Citra (MNCN), Hary Tanoe menjadi pemilik dari empat stasiun televisi besar di Indonesia yakni RCTI, GTV, MNCTV dan iNews.

RCTI yang merupakan jaringan televisi swasta pertama di Indonesia, secara konsisten menjadi salah satu stasiun televisi dengan rating tertinggi di Indonesia.

Selain televisi, Harry Tanoe juga ikut menguasai pangsa pasar di segmen industri media lainnya, termasuk radio serta media cetak dan online.

Forbes memperkirakan total kekayaan Hary Tanoe pada tahun 2022 mencapai US$ 1,5 miliar atau setara dengan Rp 21,75 triliun (kurs Rp 14.500/US$) dan menduduki peringkat ke-40 orang terkaya se-Indonesia tahun 2021.

2. Eddy Kusnadi Sariaatmadja

Eddy merupakan pemilik Grup Emtek yang mengelola sejumlah stasiun televisi besar Tanah Air. Elang Mahkota Teknologi (EMTK) merupakan pengendali dari Surya Citra Media (SCMA), perusahaan yang bergerak dalam industri multimedia, hiburan, dan komunikasi. SCMA diketahui memiliki stasiun televisi terestrial swasta nasional yakni SCTV dan Indosiar.

Grup Emtek juga memiliki stasiun televisi lain yakni O Channel yang dimiliki usai membeli saham MRA Media.

Selain televisi, Eddy juga ikut menguasai pangsa pasar di segmen industri media lainnya, termasuk layanan streaming lewat Vidio dan media cetak di bawah bendera Liputan 6.

Forbes memperkirakan total kekayaan Eddy pada tahun 2022 mencapai US$ 3 miliar (Rp 43,5 triliun) dan sempat menduduki peringkat ke-20 orang terkaya se-Indonesia tahun 2020.

3. Chairul Tanjung

Pengusaha yang akrab dipanggil CT ini merupakan pendiri dari CT Corp, konglomerasi bisnis yang selain aktif berbisnis di industri media juga terjun di industri perbankan dan ritel.

Lengan media CT Corp digerakkan oleh Transmedia yang memiliki dua stasiun televisi utama Tanah Air yakni Trans TV dan Trans 7. Selain itu, CT juga merupakan salah satu pemain terbesar di segmen media online dan merupakan pemilik kanal berita Detik, CNN Indonesia dan CNBC Indonesia.

Forbes memperkirakan total kekayaan Eddy pada tahun 2022 mencapai US$ 8,3 miliar (Rp 120,35 triliun) dan menduduki peringkat ke-6 orang terkaya se-Indonesia tahun 2021.

4. Keluarga Bakrie

Konglomerasi bisnis Grup Bakrie memiliki bisnis yang terdiversifikasi, utamanya bergerak di sektor sumber daya, termasuk pertambangan dan perkebunan. Meski demikian, grup tersebut juga memiliki jejak di industri media dengan menguasai dua stasiun televisi utama Tanah Air.

Grup Bakrie diketahui merupakan pemilik dari TV One dan ANTV. Selain itu dari segmen media online, grup tersebut juga mengendalikan Viva News.

Saat ini tidak diketahui secara rinci berapa estimasi kekayaan keluarga Bakrie, karena namanya telah lama absen dari daftar orang terkaya Tanah Air versi Forbes.

5. Peter Sondakh

Pengusaha yang mengumpulkan pundi-pundi rupiah dari konglomerasi bisnis Rajawali Corpora ini diketahui merupakan salah satu pendiri RCTI, stasiun televisi pertama di Indonesia.

Meski demikian Peter akhirnya melepas kepemilikan di stasiun televisi tersebut tahun 2003. Saat ini dirinya diketahui merupakan pemilik RTV yang pertama kali diluncur tahun 2009 dengan nama berbeda dan baru menggunakan nama saat ini pada 2014.

Peter yang juga memiliki bisnis di sektor tambang dan perkebunan diperkirakan Forbes memiliki kekayaan US$ 2,1 miliar (Rp 30,45 triliun) tahun ini. Namanya juga berada di urutan ke-20 daftar 50 orang terkaya RI tahun lalu.

6. Mochtar Riady

Keluarga Riady merupakan pengendali dari Grup Lippo dengan bisnis utama termasuk real estat, ritel, layanan kesehatan hingga media dan pendidikan.

Di industri media, Grup Lippo diwakilkan oleh Berita Satu Holdings yang merupakan operator dari stasiun televisi Berita Satu TV.

Forbes memperkirakan total kekayaan keluarga Riady pada tahun 2022 mencapai US$ 1,8 miliar (Rp 26,1 triliun) dan menduduki peringkat ke-23 orang terkaya se-Indonesia tahun 2021.

7. Hartono Bersaudara

Budi Hartono dan Michael Hartono merupakan pemilik Grup Djarum yang mengendalikan emiten terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Meski bukan segmen bisnis utama, Hartono juga memiliki jejak di industri media. Di bisnis penyiaran, keduanya memiliki jaringan Mola TV yang merupakan televisi berbayar. Selain itu lengan investasi Grup Djarum juga melakukan investasi di dua media online baru Tanah Air yakni Kumparan dan IDN Times.

Forbes memperkirakan total kekayaan Hartono Bersaudara pada tahun 2022 mencapai US$ 42,6 miliar (Rp 617,7 triliun) dan menduduki posisi puncak orang terkaya di Indonesia.

Lihat juga Video: Mengenal Konglomerat Grace Tahir yang Viral Parodikan Gaya Indra Kenz

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)