Peternak Prediksi Hewan Kena PMK 5 Kali Lebih Banyak dari Data Resmi

ADVERTISEMENT

Peternak Prediksi Hewan Kena PMK 5 Kali Lebih Banyak dari Data Resmi

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 23 Jun 2022 18:17 WIB
Syarat hewan kurban perlu diketahui jelang Idul Adha 2022. Sehubungan adanya wabah PMK, MUI pun mengeluarkan fatwa terkait pelaksanaan ibadah kurban terbaru.
Foto: ANTARA FOTO/FAUZAN
Jakarta -

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menyerang Indonesia. Diperkirakan ada ratusan ribu sapi yang terjangkit wabah PMK.

Dikutip dari siagapmk.id, Kamis (23/6/2022) jumlah sapi sakit mencapai 232.545, sembuh 7.530, mati 1.333, dan sisa kasus belum sembuh mencapai 153.614. Sementara yang baru divaksin baru 3.074 ekor.

Menurut Ketua Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Nanang Purus Subendro, sapi terjangkit PMK di Indonesia jauh lebih banyak dari data tersebut.

"Kalau perkiraan saya bisa lima kali lipat dari data resmi. Pertimbangannya ya itu tadi, banyak yang nggak dilaporkan," kata Nanang saat dihubungi detikcom, Kamis (23/6/2022).

Nanang menuturkan, data dari pemerintah hanya diambil dari petugas resmi. Sedangkan sapi yang ditangani dokter hewan mandiri, atau yang mati di peternakan tidak dilaporkan. Selain itu, banyak peternak yang tidak melaporkan kematian sapinya.

Nanang memperkirakan kondisi PMK akan bertahan lama. Kecuali, pemerintah berani mengambil tindakan tegas seperti melakukan stamping oout atau melakukan pemusnahan sapi yang terinfeksi. Nanang berharap jika opsi tersebut dilakukan, ada ganti rugi yang diberi pemerintah.

Bak gayung bersambut, pemerintah melalui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut akan memberi ganti rugi Rp 10 juta kepada peternak yang terdampak wabah PMK.

Ganti rugi tersebut diprioritaskan kepada peternak UMKM yang sapi-sapinya dimusnahkan paksa akibat PMK. Selain itu, pemerintah menyetujui pengadaan vaksin PMK sebanyak 28-29 dosis untuk menanggulangi wabah ini.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT