Merpati dan Garuda Tak Bisa Bertahan Sampai Akhir Tahun

Merpati dan Garuda Tak Bisa Bertahan Sampai Akhir Tahun

- detikFinance
Senin, 12 Jun 2006 14:51 WIB
Jakarta - PT Garuda Indonesia dan PT Merpati Nusantara harus segera diselamatkan. Jika tidak dibantu restrukturisasi utangnya, maka dua perusahaan penerbangan plat merah ini tidak akan bisa bertahan sampai akhir tahun.Menneg BUMN Sugiharto mengatakan, salah satu upaya untuk menolong Garuda dan Merpati adalah dengan membentuk resctructuring fund yang kini bentuknya masih dibahas."Setoran BUMN pada tahun 2005 dividen Rp 12,8 triliun, sedangkan pada tahun 2006 ditargetkan Rp 23,3 triliun. Mestinya kita selamatkan antara Rp 1-2 triliun untuk BUMN yang diputuskan diselamatkan," ujar Sugiharto di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/6/2006).Menurut Sugiharto, hal itu sebenarnya sangat mungkin dilakukan jika BUMN memiliki kewenangan sesuai peraturan perundangan yang berlaku.Ia menambahkan resctructuring fund untuk Garuda dan Merpati harus secepatnya dibentuk. Sugiharto berharap bentuk penyelamatan dua maskapai itu sudah bisa diputuskan pada tahun ini."Sepertinya tidak bisa ditunda terlalu lama. Untung saja cashflow Garuda membaik sehingga sustainable. Merpati juga sedang melakukan pengekangan biaya dan inisiatif terbobosan lain. Alhamdulillah masih bisa survive tapi tidak bisa bertahan sampai akhir tahun," jelasnya.Sugiharto menilai resctructuring fund paling tepat digunakan untuk BUMN yang merugi dan sesuai master plan harus diselamatkan seperti Garuda dan Merpati. "Tapi dengan satu kontrol yang tepat dan program yang jelas sehingga tidak terulang lagi mengenai proses restrukturisasi di Garuda," ujarnya.Sugiharto menegaskan bahwa keputusan politis pemerintah maupun dewan ingin mempertahankan Garuda dan Merpati. Namun yang menjadi masalah, anggaran pemerintah sangat terbatas."Ini berdesakan dengan anggaran pendidikan dll. Tapi saya serahkan komisi anggaran untuk mencari prioritasnya. Kami mencoba untuk mencari inisiatif lain bilamana kita punya cost monitoring review untuk menjalankan form Garuda dan Merpati secara ketat," katanya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads