Kepak Sayap Susi Air, Maskapai 'Bakul Ikan' Pangandaran yang Baru Kecelakaan

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 24 Jun 2022 14:44 WIB
Pesawat milik Susi Air yang dilaporkan hilang kontak, Kamis (23/6) dalam penerbangan ke Timika. (ANTARA/HO/Dokumen Pribadi)
Foto: Pesawat milik Susi Air yang dilaporkan hilang kontak, Kamis (23/6) dalam penerbangan ke Timika. (ANTARA/HO/Dokumen Pribadi)
Jakarta -

Pesawat Susi Air mengalami kecelakaan kemarin pagi. Pesawat dengan rute Timika-Duma, Papua mengalami kecelakaan setelah sebelumnya sempat dinyatakan hilang kontak.

Susi Air mengalami kecelakaan berjenis Pilatus Porter PK BVM Dayle Peter Houzet. Pesawat itu membawa enam penumpang dan beruntungnya semuanya selamat.

"Memang benar ada insiden tersebut," kata Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra ketika dihubungi dari Jayapura, seperti dikutip dari Antara, Kamis (23/6/2022).

Susi Air sendiri cukup populer melayani penerbangan berjadwal dan carter ke daerah dengan geografis pegunungan hingga pulau-pulau kecil. Maskapai itu dimiliki Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Dalam catatan detikcom, sejarah maskapai yang satu ini cukup panjang. Malah awalnya maskapai ini dibesut bukan untuk berbisnis. Kok bisa? Begini ceritanya.

Susi Air berdiri pada 2004 silam. Susi Pudjiastuti selaku pemiliknya pun tak memiliki latar belakang di dunia aviasi. Menamatkan pendidikan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) pun tidak pada saat itu.

Maskapai Susi Air bisa dibilang berawal dari bakul ikan karena pesawatnya awalnya digunakan untuk mengangkut produk perikanan. Susi Pudjiastuti yang saat itu memiliki usaha sebagai pedagang ikan laut, memiliki persoalan untuk ekspor karena transportasi produk perikanan di wilayah Jawa bagian selatan masih susah.

Transportasi yang susah membuat kualitas produk perikanan menurun padahal harga tertinggi adalah saat ikan dalam kondisi hidup dan segar. Berangkat dari sana, terbesit di benak Susi Pudjiastuti memiliki pesawat sendiri.

"Di Indonesia kan transportasi susah. Bawa dari Pameungpeuk ke Pangandaran saja 8 jam. Mimpilah untuk punya pesawat Jawa bagian selatan itu bisa diangkut dalam waktu 2 jam," kata Susi Pudjiastuti kepada detikcom di Hotel Hyatt, Jakarta pada pemberitaan 2014.