ADVERTISEMENT

Harga Sapi Melambung! Tembus Rp 80 Juta per Ekor

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Jumat, 24 Jun 2022 19:45 WIB
Mall Kurban Haji Doni
Foto: Shafira Cendra Arini
Jakarta -

Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang melanda hewan ternak berkaki empat membuat ketersediaan hewan kurban di kawasan perkotaan jadi sangat minim hingga sulit diperoleh. Hal ini membuat harga hewan kurban naik di pasaran.

Seperti halnya yang terjadi di Mal Hewan Kurban Haji Doni di kawasan Depok. Tingginya permintaan membuat harga sapi di mal ini naik sekitar 5-10%. Pemilik tempat ini, Ramdoni mengatakan permintaan pasar untuk sapi di tempatnya meningkat 30-40% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Katakanlah yang termahal itu Limosin, rata-ratanya saat ini di Rp 80 juta. Di tahun sebelumnya harganya di kisaran Rp 70-75 juta," ujar Ramdoni.

Ramdoni mengatakan, harga sapi bergantung pada varietas dan bobot tubuh sapi tersebut. Harganya pun variatif. Meski begitu, dia mengaku PMK menyebabkan ketersediaan sapi menurun. Pun hal ini pula yang menjadi salah satu faktor kenaikan harga ini.

Salah satu pegawai marketing di mall Ramdoni, Saiful mengatakan bobot sapi limosin yang rata-rata di bandrol dengan harga Rp 80 juta ini bisa mencapai 1 ton.

"Dulu pernah ada Sapi Limosin yang harganya sampai ratusan juta, itu bobotnya jauh lebih besar. Tapi kalau sekarang lagi nggak ada yang seperti itu," ujar Saiful.

Secara garis besar, sapi yang paling banyak tersedia di mall hewan kurban ini ada 4 jenis di antaranya Sapi Limosin, Nelore, Santa, dan Sapi Bali, itu pun masih belum disebutkan sapi varietas turunannya.

"Untuk yang paling sering dicari atau laku itu Sapi Bali. Satu karena kondisi daging, kedua karena terjangkau. Dia di kisaran Rp 17-22 juta," ujar Saiful.

Saiful menambahkan, untuk Sapi Santa dan Neroi lebih mahal sedikit, yakni di kisaran harga Rp 35 juta.

"Hampir semuanya campuran atau dari luar. Kalau sapi lokal itu nggak bisa gemuk," tuturnya.

Meski mengalami kenaikan harga, banyak pedagang hewan kurban yang akhirnya mengambil pasokan sapi dari Mal Hewan Kurban Haji Doni ini karena PMK membuat mereka kesulitan mendapat akses untuk membeli hewan kurban serta perizinan yang cukup rumit dan panjang dalam proses pembelian dari luar Jawa Barat.

"Para pedagang kaki lima larinya jadi beli ke sini. Mereka kesulitan dapat pasokan. Itu seperti yang di Garut kan ada yang beli ke sini. Jadi permintaan di sini naik. Kalau di sini sudah proses perizinan dan dokumen-dokumennya. Itu pun sapinya belum sampai semua," tutup Saiful.

(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT