ADVERTISEMENT

Biar Gaji ke-13 Nggak Cuma Lewat Doang, Begini Atur Duitnya!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 26 Jun 2022 20:00 WIB
Gaji ke-13 PNS
Foto: Gaji ke-13 PNS (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Para abdi negara bakal dapat 'rejeki nomplok' sebentar lagi. Gaji ke-13 PNS bakal cair per 1 Juli 2022 mendatang. Bila dihitung-hitung artinya 5 hari lagi gaji ke-13 bakal disalurkan ke semua PNS.

Ada baiknya gaji ke-13 diatur penggunaannya, jangan sampai rejeki nomplok ini terbuang percuma. Baiknya, seperti apa cara mengatur gaji ke-13?

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho menyarankan saat mendapatkan gaji ke-13 PNS langsung memisahkan uangnya untuk kewajiban yang harus dibayar. Misalnya, untuk membayar utang, paylater, cicilan, ataupun untuk kebutuhan anak-anak sekolah di tahun ajaran baru.

"Saya sarankan sebaiknya dialokasikan untuk utang dan kewajiban-kewajiban atau tanggungan dulu," kata Andy saat dihubungi detikcom, Minggu (26/6/2022).

Setelah itu, sisihkan uang untuk investasi ataupun menabung. Nah sisanya, baru uang tambahan itu bisa saja digunakan untuk senang-senang. Entah liburan, ataupun membeli barang-barang hobi.

Baiknya, Andy memaparkan dari total 100% gaji ke-13, disisihkan dahulu minimal 30% untuk membayar utang dan kewajiban lainnya. Kemudian, 30% lagi untuk investasi. Nah sisanya bisa digunakan untuk senang-senang.

"Kalau mau bayar utang dan kewajiban, investasi, dan senang-senang sekaligus, saya saranin setidaknya minimal 30% itu bisa buat utang dan tanggungan, dan 30% lagi untuk investasi. Sisanya mau buat senang-senang silakan aja," papar Andy.

"Itu sih angka minimal ya, 30-30-40, bisa disesuaikan dengan kebutuhan," lanjutnya.

Sebagai informasi tambahan, Andy juga mengatakan saat ini bisa juga investasi sambil senang-senang. Caranya adalah membeli barang-barang yang bila dijual lagi masih bisa laku dan menghasilkan uang yang cukup banyak. Misalnya saja, barang hobi macam perhiasan.

"Atau kalau mau senang-senang sambil investasi bisa juga. Kayak misalnya ibu-ibu mau beli perhiasan emas, itu kan barang bisa buat senang-senang tapi bisa juga jadi investasi," ujar Andy.

(hal/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT