ADVERTISEMENT

Beli Migor Pakai PeduliLindungi & KTP, Pedagang-Pembeli: Duh...Ribet!

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Selasa, 28 Jun 2022 12:42 WIB
Ilustrasi Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi
Foto: Ilustrasi Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi (Luthfy Syahban/detikcom)
Jakarta -

Uji coba pembelian pembelian Minyak Goreng Curah Rakyat (MCGR) menggunakan aplikasi PeduliLindungi telah diterapkan di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Kebijakan tersebut diambil untuk mengawasi distribusi, serta memberikan kepastian akan ketersediaan dan keterjangkauan harga minyak goreng curah.

MCGR dipatok dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 14.000/liter atau Rp15.500/kg. Namun, sejumlah pedagang dan pembeli menganggap kebijakan ini tidak terlalu efektif. Mereka mengatakan adanya syarat tersebut justru membuat ribet.

Begitu pula yang disampaikan oleh Agus, seorang pedagang toko sembako Toko Japang, di Pasar Kramat Jati.

"Ini menurut saya mah bikin ribet, apalagi untuk ibu-ibu karena orang tua kadang nggak bawa HP, bawa HP juga kadang kan bukan android jadi nggak bisa scan barcodenya.Oke lah bisa kalau pakai KTP. Kalau yang ada dan punya ya bisa pakai PeduliLindungi. Kalau menurut saya nggak perlu begini. Jadi ya, pembeli tinggal beli-beli aja," katanya kepada detikcom, Selasa (28/6/2022).

Menurutnya, cara ini hanya untuk menghilangkan penimbun saja. Agus mengungkapkan hal ini tidak perlu dilakukan, karena sejatinya stok minyak bakal aman.

"Ini cuma buat ngilangin penimbun. Minyak kan sekarang tersedia terus, gak bakal orang nimbun lagi. Stoknya saya aman. Saya ngulak diharga Rp 12.600 dijual Rp 14.000," katanya.

Salah satu pembeli migor curah di Toko Japang, Sri mengatakan dirinya tidak tahu menahu dan hanya mencoba mengikuti aturan pemerintah saja. Wanita berusia 63 tahun itu, memilih menggunakan KTP untuk membeli MCGR.

"Katanya kan syarat utama, jadi saya ngikutin aja program pemerintah. Saya belinya pake KTP. Duh... ribet nunjukin KTP aja kadang mumet, nggak nyantol begimana dah padahal kan dah dikasih tahu, ngerti sih cuma kadang yang namanya ane dah tua, kadang kelamaan dikit-dikit lupa, ribet dah!," ungkapnya sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Sri merupakan penjual nasi uduk dan gorengan. Ia mengaku sudah menjadi langganan di toko yang dijaga Agus.

"Kemarin saya udah beli buat dagang 4 liter, masih ada sih. Cuma hari ini beli 2 liter lagi aja buat dagang," ujarnya.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

Simak juga Video: Siasat Mendag Zulhas Penuhi Janji 1 Bulan Turunkan Harga Minyak Goreng

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT