ADVERTISEMENT

Waduh.. Google Digugat Gegara Dianggap Monopoli

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Selasa, 28 Jun 2022 18:30 WIB
FILE PHOTO: An illuminated Google logo is seen inside an office building in Zurich September 5, 2018. REUTERS/Arnd WIegmann/File Photo
Foto: Arnd WIegmann/Reuters
Jakarta -

Google digugat oleh Jobindex perusahaan platform pencarian kerja online di Denmark, karena dianggap memonopoli. Jobindex mengatakan kepada regulator Uni Eropa (UE), bahwa bisnis milik Alphabet itu diduga, mengambil pangsa pasar mereka secara tidak adil alias monopoli.

Dikutip dari Reuters, Selasa (28/6/2022), keluhan dari Jobindex itu dinilai dapat mempercepat atau menghidupkan pengawasan tindakan monopoli, oleh pengawasan kepala antimonopoli UE Margrethe Vestager terhadap Google for Jobs.

Tiga tahun lalu, Vestager mengatakan dia sedang menyelidiki masalah ini, tetapi dia belum mengambil tindakan apa pun. Komisi Eropa mengatakan, akan menilai pengaduan sesuai dengan standar prosedur.

Akhir tahun lalu, Google juga sempat menghadapi denda US$ 2,8 miliar atau Rp 40 triliun dari Komisi Eropa, karena dianggap melanggar aturan antimonopoli terkait layanan belanja online Google Shopping.

"Setiap penyedia pekerjaan, besar atau kecil, dapat mengambil bagian dan perusahaan melihat peningkatan lalu lintas dan kecocokan pekerjaan sebagai hasil dari fitur ini," kata juru bicara Google.

Diluncurkan di Eropa pada 2018, Google for Jobs memicu kritik dari 23 situs pencarian kerja online pada 2019. Mereka mengatakan telah kehilangan pangsa pasar, setelah Google diduga menggunakan kekuatan pasarnya untuk mendorong layanan barunya.

Perusahaan teknologi besar menggunakan dominasi pasar mereka untuk mendorong produk mereka sendiri. Mereka dianggap mendapatkan keuntungan yang tidak adil, atas persaingan Eropa yang lebih kecil dan memicu keluhan antimonopoli.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT