ADVERTISEMENT

8.000 Pegawai Perusahaan Farmasi Ini Terancam di-PHK!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 29 Jun 2022 10:24 WIB
Ilustrasi pria di-PHK
Ilustrasi PHK. Foto: iStock
Jakarta -

Salah satu perusahaan farmasi asal Swiss Novartis mengumumkan akan melakukan restrukturisasi perusahaan. Dikutip dari Reuters, langkah ini akan membuat perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sekitar 8.000 pegawai atau 7,4% dari tenaga kerja di seluruh dunia.

Kepala Eksekutif Novartis Vas Narasimhan menyebutkan jika efisiensi ini akan menghemat sekitar US$ 1 miliar pada periode 2024.

Dalam sebuah pernyataan Novartis menyebut jika perusahaan membidik pengembangan perusahaan dengan struktur organisasi baru.

Hal ini mengharuskan sejumlah unit bisnis untuk digabungkan seperti farmasi dan onkologi. Sehingga menghapus beberapa pekerjaan di perusahaan.

"Restrukturisasi perusahaan ini akan berdampak pada 1.400 pekerja yang berbasis di Swiss dan 8.000 posisi lain di seluruh dunia," ujar perusahaan dikutip dari Reuters, Rabu (29/6/2022).

Saat ini perusahaan memiliki 108.000 pegawai di seluruh dunia dan 11.600 pegawai di Swiss.

Narasim mengungkapkan, tahun lalu Novartis mencatat penerimaan yang sangat besar yaitu US$ 20,7 miliar dari penjualan 33% saham di Roche. Kemudian Novartis juga membuka peluang untuk penjualan Sandoz, unit perusahaan produsen obat generik.

Novartis menargetkan penjualan akan selesai pada akhir tahun ini.



Simak Video "Indonesia Tak Termasuk, Ini Negara yang Kena Dampak PHK Massal Shopee"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT