ADVERTISEMENT

AS Minta Apple dan Google Hapus TikTok Gegara Terikat dengan China

Ilyas Fadhillah - detikFinance
Kamis, 30 Jun 2022 08:51 WIB
Logo TikTok
Foto: (Aisyah Kamaliah/detikcom)
Jakarta -

Anggota lembaga komisi penyiaran (FCC) Amerika Serikat (AS) menyerukan Apple dan Google untuk menghapus aplikasi TikTok karena alasan keamanan. Komisaris FCC Brendan Carr, secara resmi telah menyurati Apple dan Google.

Dalam surat yang dikirim tanggal 24 Juni, Carr menyebut ByteDance yang merupakan induk perusahaan TikTok, terikat dengan pemerintahan China. Secara hukum mereka diwajibkan untuk patuh kepada pemerintahan.

Berdasarkan laporan BuzzFeed baru-baru ini, staf ByteDance disebut telah mengakses data pengguna TikTok di AS. Menurut Carr, hal tersebut menjadi bukti jika TikTok telah melanggar kebijakan Apple dan Google.

Dikutip dari CNN, Kamis (30/6/2022), TikTok menyebut laporan BuzzFeed menyesatkan. Seperti banyak perusahaan di dunia, TikTok mengklaim pihaknya punya tim teknik di seluruh dunia.

"Kami menggunakan kontrol akses seperti enkripsi dan pemantauan keamanan untuk mengamankan data pengguna, dan proses persetujuan akses diawasi oleh tim keamanan kami yang berbasis di AS. TikTok secara konsisten mempertahankan kebijakan bahwa teknisi di luar AS, termasuk China, diizinkan mengakses data pengguna AS di bawah pengawasan yang ketat," kata pihak TikTok.

BuzzFeed News sebelumnya yakin jika data pengguna TikTok di AS diakses oleh karyawan TikTok yang berbasis di China. BuzzFeed pun menyebut pernyataan resmi TikTok seolah mengkonfirmasi apa yang dituduhkan ke perusahaannya.

Selama bertahun-tahun, para pejabat AS telah menyatakan keprihatinan terkait akses pemerintah China ke data atau komunikasi pengguna AS yang dapat membahayakan keamanan nasional.

Namun belum diketahui apakah permintaan Carr untuk memblokir TikTok bakal berhasil atau tidak. FCC tidak punya andil dalam mengatur layanan berbasis internet seperti toko aplikasi.

Di hari yang sama dengan laporan BuzzFeed, TikTok mengumumkan pihaknya telah memigrasikan data pengguna AS ke server cloud Oracle yang berbasis di Amerika Serikat. TikTok juga akan menghapus cadangan data pengguna AS dari server miliknya sendiri.

Dalam suratnya, Carr menuliskan keraguannya terkait pengumuman itu. "TikTok telah lama mengklaim bahwa data pengguna AS-nya telah disimpan di server di AS, namun representasi itu tidak memberikan perlindungan terhadap data yang diakses dari Beijing," katanya.



Simak Video "Gabung di TikTok, Beyonce Bawa Semua Katalog Musiknya"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT