ADVERTISEMENT

Curhat Penjaga Perlintasan Liar: Hampir Tersambar KA-Ladeni Pengendara Bandel

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 30 Jun 2022 14:35 WIB
Perlintasan sebidang liar/Herdi Alif Alhikam
Foto: Perlintasan sebidang liar/Herdi Alif Alhikam
Jakarta -

Perlintasan kereta api liar sebidang masih banyak ditemui seperti di Citayam, Depok, Jawa Barat. Setiap perlintasan kereta liar ada penjaga yang membantu mengatur lalu-lintas.

Meskipun menjaga perlintasan liar, pekerjaan penjaga palang pintu kereta tak bisa diremehkan. Tanggung jawab besar diemban oleh para penjaga palang pintu, salah satunya memastikan keamanan pengguna jalan dan juga melintasnya kereta api tanpa gangguan.

Di samping tanggung jawab yang besar, pengalaman unik dirasakan para penjaga perlintasan KA sebidang, mulai dari hampir celaka hingga sering melihat 'penampakan'.

Rusfendi, salah satu penjaga palang pintu di kawasan Gang Kembang, Citayam mengaku pernah hampir kecelakaan saat dirinya sedang berjaga. Beruntungnya hal itu bisa dihindari.

"Alhamdulillah saya 20 tahun jaga nggak pernah sampai kejadian, naudzubillah kalau ada, jangan sampai deh. Cuma kalau yang nyaris pernah dulu, udah lama, zaman kereta belum bagus begini, nggak akan pernah lupa saya," kata Rusfendi mengawali kisahnya ketika berbincang dengan detikcom di pos jaganya, Rabu (29/6/2022).

Dia bercerita suatu hari, pernah ada kemacetan di tengah-tengah perlintasan yang dia jaga. Ada mobil tak bisa bergerak di tengah perlintasan karena jalannya diserobot pemotor. Di sisi lain, dari jauh Rusfendi melihat kereta sudah mau lewat. "Itu ada udah 2 kilometer lagi kereta sampai sini, bunyinya aja udah ada," katanya.

Melihat keadaannya gawat darurat, dia langsung mengambil bendera besar yang disediakan di posnya untuk memberikan tanda kereta berhenti ataupun melambatkan kecepatannya. Beruntungnya saat itu kereta bisa berhenti sebentar, mobil pun bisa lewat.

"Jadi mobil masuk, dia nggak bisa gerak di tengah karena motor pada bandel nih asal salip-salip aja. Waduh udah ada kereta tuh dari jauh saya liat. Akhirnya saya kibarin bendera, refleks saya. Langsung lari rada jauh ke arah kereta biar berhenti," cerita Rusfendi.

"Kan kereta susah berhentinya, akhirnya selamat juga mobilnya, saya juga selamat untungnya," lanjutnya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT