ADVERTISEMENT

Curhat Penjaga Perlintasan Liar: Hampir Tersambar KA-Ladeni Pengendara Bandel

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 30 Jun 2022 14:35 WIB
Perlintasan sebidang liar/Herdi Alif Alhikam
Foto: Perlintasan sebidang liar/Herdi Alif Alhikam

Meski begitu, kejadian semacam ini tak bikin Rusfendi kapok. Buktinya sampai 20 tahun dia masih bekerja menjaga palang pintu di tempat yang sama. Malah kini dia makin paham ciri-ciri kereta yang akan lewat, jadi bisa lebih dulu mengamankan perlintasan yang ada.

"Kalau kapok nggak, kerja apalagi kita habisnya. Paling ya bosan aja ngeliat kereta bolak-balik tiap hari," tutur Rusfendi.

Bukan cuma Rusfendi, Femri penjaga palang pintu di Gang SMP Ratu Jaya juga mengatakan kejadian nyaris kecelakaan juga pernah terjadi dalam kurun tiga tahun dia menjaga palang pintu. Namanya manusia menurutnya wajar satu dua kesempatan khilaf. Beruntungnya sejauh ini belum pernah kecelakaan terjadi saat dia berjaga.

"Yang nyaris begitu mah semua yang jaga pasti ada aja. Saya juga pernah aja begitu. Nggak mungkin kagak. Cuma Alhamdulillah aja pokoknya nggak sampai celaka," kata Femri ditemui detikcom di posnya.

Pengalaman Jaga Malam

Rusfendi juga punya pengalaman mengerikan bila harus mengisi jaga shift malam. Menurut pengakuannya, dia seringkali bertemu penampakan hantu di sekitar rel ataupun pos jaganya. Apalagi kalau harus jaga sendirian.

Dia mengaku pernah sampai disambangi hantu saat sedang berjaga di pos. Tak jarang, Rusfendi dan kawan-kawannya juga dijaili oleh yang diyakininya sebagai makhluk halus di sekitar rel. Namun dia sendiri harus tetap fokus menjaga perlintasan.

"Suka iseng aja kalau jaga malem. Ya dicolek, diketawain, ya ditampakin. Cuma ya paling misi-misi aja kita, bilang kita mau kerja. Sama paling ngajak teman aja, sini banyak yang nongkrong, jadi nggak sepi, nggak iseng," kata Rusfendi.

Sementara itu Femri justru kadang sebal kalau harus jaga malam. Pasalnya, seringkali dia harus berhadapan dengan gerombolan muda-mudi yang tak mau sabar melintas.

Mentang-mentang sudah malam menurutnya banyak dari mereka menganggap jalur kereta sudah sepi, padahal tidak juga. Akhirnya dia harus ngotot-ngototan untuk menjaga perlintasan bisa dilalui kereta terlebih dahulu baru bisa dilewati.

"Ini kalau malem-malem jaga, suka ada aja ngurusin orang pada mabok ngeyel mau masuk kalau udah ditutup. Ya kita ngotot-ngototan aja dah. Saya mah kalau namanya udah ditutup beneran orang saya tegur kalau bandel. Pekerjaan kita kan emang begitu," ujar Femri.

Soal gangguan-gangguan makhluk gaib, Femri sendiri sejauh ini tak pernah merasakannya. Katanya, asal berani, tak akan ada kejadian dijaili makhluk halus.

"Saya sih yang penting berani aja, belum pernah sih diganggu-ganggu kalau lagi jaga malem," ungkapnya.


(hal/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT