Aduh! Banyak Rute Penerbangan Hilang Gara-gara RI Defisit Pesawat

ADVERTISEMENT

Aduh! Banyak Rute Penerbangan Hilang Gara-gara RI Defisit Pesawat

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 30 Jun 2022 16:47 WIB
Ilustrasi pesawat
Aduh! Banyak Rute Penerbangan Hilang Gara-gara RI Defisit Pesawat/Foto: Thinkstock
Jakarta -

Seiring dengan meredanya pandemi COVID-19, masyarakat mulai berani untuk kembali bepergian termasuk naik pesawat. Hal ini diyakini dapat memicu pemulihan pada bisnis maskapai di Indonesia yang dihantam habis-habisan oleh pandemi COVID-19.

Namun, di tengah kenaikan permintaan penerbangan, maskapai-maskapai di Indonesia justru mendapatkan masalah baru. Hal itu adalah defisit alias kekurangan pesawat. WKU Bidang Perhubungan Kadin Indonesia Denon Prawiraatmadja memaparkan ketersediaan pesawat di Indonesia saat ini sangat terbatas untuk menyambut kenaikan jumlah penumpang.

Jumlah pesawat turun hingga 40% dibandingkan sebelum pandemi COVID-19. Kekurangan ini menjadi masalah baru bagi pelaku usaha maskapai penerbangan di Indonesia.

"Saat ini kami catat ada tantangan baru yang harus dihadapi sektor penerbangan. Hal itu adalah ketersediaan pesawat yang sangat terbatas, saat ini jumlahnya cuma 40% dari posisi sebelum pandemi," ungkap Denon dalam webinar yang dilakukan oleh Kadin Indonesia, Kamis (30/6/2022).

Rute Hilang

Akibat dari berkurangnya jumlah pesawat bukan cuma tak bisa mengimbangi pertumbuhan penumpang saja, namun juga banyak rute-rute penerbangan yang hilang. Maskapai saat ini hanya fokus untuk terbang di rute-rute gemuk, sehingga konektivitas ke banyak daerah terhambat.

"Preferensi airlines saat ini hanya pada rute prioritas dan slot-slot kosong perlu dioptimalkan lebih banyak," ujar Denon yang juga merupakan Ketua Umum Asosiasi Maskapai Indonesia alias INACA.

Masalah bagi maskapai di Indonesia bukan cuma kekurangan pesawat, utang perusahaan juga menumpuk. Butuh banyak proses restrukturisasi agar maskapai bisa kembali beroperasi secara normal, termasuk dalam rangka menambah armadanya.

"Terkait masalah utang kita butuh restrukturisasi dan juga bantuan stimulus. Dalam rangka penambahan armada juga kita butuh negosiasi dengan lessor untuk skema baru sewa pesawat," papar Denon.

Antrean bengkel pesawat mengular. Berlanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT