ADVERTISEMENT

Cerita Petani RI Jual Sawit ke Malaysia di Perbatasan Pakai Perahu Kayu

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 04 Jul 2022 13:11 WIB
Sejumlah truk pengangkut Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengantre untuk pembongkaran di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Karya Tanah Subur (KTS) Desa Padang Sikabu, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Selasa (17/5/2022). Harga jual Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit tingkat petani sejak dua pekan terakhir mengalami penurunan dari Rp2.850 per kilogram menjadi Rp1.800 sampai Rp1.550 per kilogram, penurunan tersebut pascakebijakan pemeritah terkait larangan ekspor minyak mentah atau crude palm oil (CPO). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS
Jakarta -

Masalah sawit dan minyak goreng belum juga usai. Salah satu masalahnya tandan buah segar (TBS) yang menjadi bahan baku minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO), harganya anjlok. Belum pasokan CPO lagi pabrik kelapa sawit (PKS) juga masih penuh.

Akibatnya petani lari menjual TBS ke luar negeri, seperti yang dilakukan petani di perbatasan Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara. Para petani menjual sawit ke Malaysia, melalui darat dengan truk dan sungai dengan sampan atau perahu kayu.

Seperti yang diceritakan oleh salah satu petani sawit di perbatasan Kalimantan Utara Suhendrik. Ia bercerita, para petani di sana membawa TBS untuk dijual ke Malaysia menggunakan perahu kayu.

Hal itu dilakukan karena harga TBS di dalam negeri khususnya di Kalimantan Utara sangat rendah. Sementara pabrik di seberang wilayah itu yang sudah masuk wilayah Malaysia Rp 4.500 per kilogram atau jika menjual 1 ton mendapatkan harga Rp 4,5 juta.

"Sejak harga TBS di Kaltara turun, petani tidak menjual ke pabrik kelapa sawit di perbatasan itu, karena memang harga dari pemerintah Provinsi Kalimantan Utara sangat rendah, sementara pabrik di sebelahnya jauh lebih tinggi sekitar Rp 4.500/kg. Artinya kalau per ton Rp 4,5 juta," katanya kepada detikcom, melalui pesan suara, Senin (4/7/2022).

"Kami menjual TBS melalui saluran air (sungai) dengan kapal kapal kecil itu," jelasnya.

Sementara, petani di Kalimantan Barat mengirim sawit ke Malaysia menggunakan truk. Petani sekaligus Ketua DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Indra Rustandi mengatakan penjualan TBS ke Malaysia sudah dilakukan dalam sebulan belakangan ini.

Ia mengatakan harga TBS di Kalimantan Barat hanya Rp 1.200/kg. Penjualan itu dilakukan melalui perbatasan Indonesia-Malaysia, seperti di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Kapuas Hulu perbatasan Badau.

"Mereka menjual ke Malaysia 1.400 ringgit (untuk harga satu ton) atau sekitar Rp 4.000-an/kg, terus untuk aksesnya bersamaan dengan truk-truk Malaysia, kita dimintai ongkos 150 ringgit dengan teman-teman Malaysia untuk menuju PKS-PKS di ladang mereka," jelasnya.

Alasan lainnya petani akhirnya menjual TBS ke Malaysia karena pabrik kelapa sawit banyak yang tutup karena sudah penuh dengan pasokan CPO-nya. Selain itu, ada juga pabrik yang tidak menerima karena alasan kualitas TBS.

"Ada kelompok tani yang dekat dengan pabrik kelapa sawit ada yang tidak mau menerima buah dari petani, alasannya karena bibitnya tidak bagus. Mereka tidak mau mengikuti Peraturan Gubernur, padahal bibit petani di awal-awal sudah dijelaskan oleh Kepala Dinas dan Bupati bahwa bibit itu asli dan dipastikan bagus," tuturnya.

Sebelumnya, heboh juga video di media sosial Instagram, video petani ramai-ramai menjual tandan buah segar (TBS) kelapa sawit ke Malaysia. Dalam video itu, petani mengirimnya menggunakan sampan atau perahu kayu dan truk.

Video pertama terlihat truk-truk berisi TBS mengantre, diduga suara petani mengatakan harga TBS di Malaysia lebih tinggi daripada di Indonesia Rp 5.000 per kilogram. Sementara di Indonesia hanya Rp 1.500-1.600/kg.

"Otw Malaysia, harga Rp 5.000/kg pusing kepala harga cuma Rp 1.600-1.500. Kita langsung ke Malaysia tak banyak cakap. Kita pusing.. ke Malaysia-lah," ujarnya dari video yang diunggah akun Instagram @majeliskopi08, dikutip Senin (4/7/2022).



Simak Video "Petani Sawit Se-Indonesia Demo Tuntut 5 Hal"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT