ADVERTISEMENT

Inflasi Turki Meroket Hampir 80%, Tertinggi dalam 20 Tahun

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 05 Jul 2022 09:28 WIB
Mengapa Inflasi di Turki Meroket Sampai Lebih 70 Persen?
Foto: DW (News)
Jakarta -

Tingkat inflasi Turki naik hampir 80% dari level pada Juni 2022. Level inflasi itu menjadi yang tertinggi dalam dua dekade atau 20 tahun.

Institut Statistik Turki mencatat angka inflasi Turki naik 78,6% dibandingkan bulan lalu. Peningkatan itu didorong harga makanan, minuman, dan transportasi yang naik.

Mengutip dari CNN, Selasa (5/7/2022) Harga makanan hampir dua kali lipat dalam setahun, sementara biaya transportasi naik 123%. Kini, mata uang Turki Lira telah anjlok 20% nilainya terhadap dolar AS sejak awal tahun ini.

Sebenarnya, masalah inflasi tidak hanya dialami oleh Turki. Masih banyak negara yang juga mengalami hal sama.

Namun, ekonomi Turki semakin terpukul karena kebijakan ekonomi yang tidak lazim dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Akibatnya krisis ekonomi semakin dalam, Lira jatuh terhadap dolar yang membuat impor jauh lebih mahal.

Apa saja kebijakan Erdogan? Misalnya, pada saat bank sentral dunia meningkatkan biaya pinjaman dalam upaya menjinakkan inflasi, Turki melakukan hal yang sebaliknya. Suku bunga tetap di 14% sejak Desember.

Menurut Erdogan jika suku bunga dipangkas akan menurunkan inflasi dan meningkatkan produksi dan ekspor. Sementara, Erdogan menganggap bahwa krisis ekonomi yang dialami Turki saat ini karena ada campur tangan asing.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Ekonomi Turki Nureddin Nebati mengklaim kenaikan harga komoditas global yang tinggi, terutama dalam energi dan produk pertanian telah memicu inflasi pada bulan Juni.

Menurutnya pemerintah telah mengambil tindakan untuk melindungi masyarakatnya dari tingginya harga, termasuk dengan mengurangi pajak penjualan dan memberikan subsidi.

Selain itu, Erdogan juga telah mengumumkan bahwa pemerintah akan menaikkan upah minimum sebesar 30% mulai bulan ini. Tidak hanya itu enam bulan setelahnya akan dinaikkan lagi sebesar 50% untuk membantu pekerja dengan biaya hidup yang melonjak.



Simak Video "Protes Inflasi, Warga Argentina Berkemah di Depan Kantor Presiden"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT