ADVERTISEMENT

Pedagang Tak Bisa Jual Migor Curah Rp 14.000: Belum Biaya Plastik dan Karetnya

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 05 Jul 2022 12:11 WIB
minyak goreng curah/Aulia Damayanti
Foto: minyak goreng curah/Aulia Damayanti
Jakarta -

Pedagang pasar mengatakan tidak bisa menjual minyak goreng curah Rp 14.000/liter. Ada beberapa alasan, salah satunya pedagang menerangkan ada biaya tambahan yang dikeluarkan untuk membungkus, plastik dan karet.

Seperti pedagang Pasar Jaya Tebet Timur, Jakarta yang ditemui detikcom. Pedagang warung sembako bernama Ahmad mengatakan dirinya tidak bisa menjual minyak goreng curah Rp 14.000 seperti yang diserukan pemerintah.

Dia beralasan karena dirinya perlu ada modal tambahan, misalnya untuk biaya plastik dan karet yang digunakan untuk membungkus minyaknya. Jika dijual Rp 14.000, untungnya hanya sedikit.

"Bisa saja dijual dengan ketentuan pemerintah tetapi kita nggak pakai liter. Kalau dijual Rp 14.000, untungnya cuma seribu. Tetapi kan ada biaya plastik, belum biaya karetnya, jadi ya saya jual Rp 16.000/kg. Modalnya kan Rp 13.000, saya biasa beli sedikit satu jerry can saja. Itu isinya 15-17 kilo," jelasnya, ditemui detikcom sembari membenahi dagangannya, Selasa (5/7/2022).

Menurut Ahmad saat ini sulit untuk mendapatkan untung yang besar, apa lagi masyarakat sudah mengetahui harga dari pemerintah.

"Saat ini pembeli tahunya harga yang dibilang pemerintah Rp 14.000/liter. Kita kan nggak pakai liter, jual Rp 16.000/kg, itu juga sudah turun kan. Jadi ya susah sekarang dapat untung juga, itu sedikit kan dapatnya. Tetapi ya modal memang sudah turun juga," ungkapnya.

Alasan mengapa di pasar dijual dengan takaran kilogram, karena para pedagang tidak menggunakan alat literan. Melainkan dengan alat timbang dengan hasil kilogram.

"Saya jual Rp 16. 000/kg. Kalau di pasar curah itu diukur kilogram nggak ada yang literan, literan paling kemasan karena kan sudah dari pabrik. Kita beli aja kiloan," ujarnya.

Hal ini juga diutarakan oleh pedagang lain di Pasar Tebet Barat, Jakarta. Pedagang yang tidak mau menyebutkan namanya juga menjual minyak goreng curah Rp 16.000/kg.

"Curah sekarang sudah turun Rp 16.000/kg, sebelumnya kan bisa Rp 19.000/kg," ungkapnya.

Pedagang ini juga mengatakan dirinya tidak memiliki takaran liter untuk minyak goreng curah. Dia menyebut saat membeli minyaknya saja sudah takaran kilogram.

"Di pasar nggak ada curah literan, adanya ya kilogram kita kan kita timbang minyaknya," tutupnya.



Simak Video "Berburu Minyak Goreng 'Minyakita' di Jakarta, Dapat Nggak Ya?"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT