Komitmen Utang CGI Meragukan
Kamis, 15 Jun 2006 14:23 WIB
Jakarta - Kalangan DPR meragukan realisasi komitmen bantuan yang akan dikucurkan CGI sebesar US$ 5,4 miliar. Berdasarkan pengalaman, pencairan komitmen utang CGI sangat kecil.Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi XI DPR Rama Pratama kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/6/2006)."Di DPR, kita sudah mengevaluasi komitmen untuk Aceh, Yogya itu terus kita lihat. Laporan realisasinya ternyata masih sedikit sekali. Jadi kita evaluasi seperti itu, maka kita meragukan efektivitas dari komitmen baru," jelas Rama.Ia juga melihat ada ketidakkonsistenan dari pernyataan pemerintah antara sebelum dan sesudah sidang CGI. Sebelum CGI, pemerintah mengatakan tidak akan menambah utang baru tetapi akan mengupayakan realokasi, restrukturisasi dan melakukan debt swap.Pemerintah juga dinilai memiliki kapasitas negosiasi yang lemah. "Kalau negosiasi selalu tidak berhasil. Untuk debt swap, realokasi dan restrukturisasi utang itu perlu negosiasi. Saya khawatir kapasitas tim yang melakukan negosiasi ini memang lemah," ujar Rama.Sementara anggota Komisi XI dari FPA Dradjad Wibowo mengatakan, komitmen pemerintah untuk mengurangi beban utang selama ini hanya wacana belaka. Ini terbukti dari penambahan defisit dan besaran utang melalui CGI."Padahal per 31 Maret 2006, masih ada utang lama US$ 14,46 miliar yang belum diserap. Utang lama saja tidak dipakai kok malah nambah utang baru dalam jumlah yang besar," ujar Dradjad.Semestinya defisit bisa dikurangi dengan reformasi penerimaan negara, penertiban rekening-rekening dan kekayaan negara serta perbaikan total dalam belanja negara. "Bukan tambal sulam dengan utang," cetus Dradjad.
(qom/)











































