ADVERTISEMENT

Sriwijaya Air Dipanggil Kemnaker soal Aduan Nunggak Pesangon Eks Karyawan

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 08 Jul 2022 20:45 WIB
Miniatur pesawat Sriwijaya Air dan Nam Air
Foto: Reno Hastukrisnapati Widarto
Jakarta -

Maskapai Sriwijaya Air dituding tidak membayar hak-hak eks karyawannya yang mencakup dana pesangon, uang cuti, tunjangan kesehatan, dan lain-lain.

Terkait hal ini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berencana mengadakan pertemuan dengan pihak Sriwijaya dan Ketua Forum Persatuan Korban PHK Massal Pekerja Sriwijaya Air

Seperti tertuang dalam surat dari Kemnaker Nomor : 4/119 /HI.04.01/VII/2002 perihal Undangan Audiensi, Kemnaker mengundang Pimpinan Perusahaan Pt Sriwijaya Air dan Ketua Forum Persatuan Korban PHK Massal Pekerja Sriwijaya Air untuk menghadiri acara Audiensi.

Pertemuan yang rencananya terselenggara pada Kamis, 14 Juli 2022 ini turut dihadiri Direktur Bina Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan. Pihak terkait diminta untuk tidak mewakilkan kepada pihak lain.

Fadhlan Rachman, salah satu eks karyawan Sriwijaya Air berharap pertemuan nanti akan mendapatkan hasil. Ia juga berharap pemerintah memberikan sanksi kepada pihak maskapai.

"Saya sih mintanya sebagai contoh perusahaan yang tidak membayar pesangon, harusnya Kemnaker memberikan punishment, sanksi atau penalti," katanya saat dihubungi detikcom, Jumat (8/7/2022).

Fadhlan mengatakan, kasus ini sudah berlangsung sejak 2020. Namun, belum ada kejelasan hingga sekarang yang membuat hak eks karyawan seperti pesangon, tunjangan kesehatan, uang cuti dan lainnya belum terbayarkan.

Ia menambahkan, walaupun hasil keputusan sidang PN Serang dengan nomor 2/Pdt.Sus-PHI/2021/PN dan hasil keputusan mahkamah agung 44 K/Pdt.Sus-PHI/2022 sudah berkekuatan hukum secara tetap dan dimenangkan oleh para eks pekerja, Sriwijaya Air tetap tidak menjalani putusan tersebut secara sukarela.

Menurut Fadhlan, berdasarkan keputusan Pengadilan Negeri dan Mahkamah Agung (MA), status kepegawaiannya saat di-PHK adalah pegawai tetap.

"Sesuai hasil keputusan PN dan MA, status kami ialah karyawan tetap, yang mana Sriwijaya Air berdalih sebagai karyawan kontrak sesuai kontraknya," pungkasnya.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT