Saham Tesla Melesat Setelah Elon Musk Batal Beli Twitter

ADVERTISEMENT

Saham Tesla Melesat Setelah Elon Musk Batal Beli Twitter

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 09 Jul 2022 17:53 WIB
CEO Tesla Elon Musk melanggar aturan lockdown dengan membuka kembali pabrik Tesla di Fremont, California, AS. Area parkir pabrik Tesla yang penuh dengan mobil baru.
Foto: AP Photo/Ben Margot
Jakarta -

Saham Tesla melesat pada perdagangan akhir pekan. Hal ini disebabkan karena Elon Musk membatalkan rencana akuisisi Twitter senilai US$ 44 miliar atau setara dengan Rp 655,6 triliun (asumsi kurs Rp 14.900).

Dikutip dari techcrunch, disebutkan saham Tesla naik hingga 14,51% menjadi US$ 752,29 per saham.

Sebelumnya kuasa hukum Elon Musk mengeluarkan surat resmi yang menyatakan untuk mundur dari kesepakatan akuisisi Twitter.

Surat itu diterbitkan setelah Musk menyerang Twitter dengan cuitannya terkait bot di perusahaan media sosial. Cuitan ini dinilai memicu spekulasi bahwa Musk memang akan membatalkan kesepakatan.

Tim kuasa hukum Elon Musk menyebutkan jika Twitter disebut melanggar sejumlah ketentuan dan perjanjian merger yang telah disusun sebelumnya. Bahkan ada juga pernyataan yang menilai Twitter membuat pernyataan palsu.

Pada awal April, ketika Elon Musk disebut akan menjadi salah satu pemegang saham di Twitter. Saham Tesla US$ 1.145,45. Kemudian merosot hingga lebih dari 34%.

Penurunan ini terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Setelah Elon Musk menyetujui untuk membeli Twitter seharga US$ 44 miliar. Dari sinilah harga saham Tesla turun lagi lebih dari 12%.

Kemudian kapitalisasi pasarnya turun menjadi US$ 906 miliar. Saat isu akuisisi Twitter itu, saham Twitter melonjak signifikan.

Namun setelahnya, saham mengalami penurunan hingga 26,34% dan kapitalisasi pasar tercatat 28,31 miliar. Sekarang harga saham Twitter tercatat US$ 36,81. Sangat jauh dari harga ketika ditawar oleh Elon Musk sebesar US$ 54,20 per lembar saham.

Dewan Twitter menyatakan akan memperkarakan Elon Musk. Dalam cuitannya Bret Taylor menyampaikan jika pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan transaksi pada harga dan syarat yang sudah disepakati dengan Musk.

"Berencana untuk menempuh jalur hukum agar perjanjian merger bisa tetap disepakati. Kami yakin bisa menang di Pengadilan Delaware," jelasnya.

(kil/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT