ADVERTISEMENT

KUR Saja Tak Cukup Dongkrak UMKM, BUMN Bisa Bantu?

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Minggu, 10 Jul 2022 18:29 WIB
Bisnis online
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pemerintah berencana memberikan tambahan alokasi kredit untuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Alokasi tersebut akan disalurkan lewat kredit usaha rakyat (KUR).

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir. Ia menambahkan, pembangunan ekonomi suatu bangsa harus seimbang dengan membangun pondasi ekonomi yang kuat melalui ekonomi kerakyatan yang didominasi pengusaha UMKM.

"Kekuatan UMKM tersebut yang dijadikan sebagai rantai pasok yang berkesinambungan untuk memenuhi pemain global. Sehingga antara UMKM dan pemain global Nasional tidak bisa berdiri sendiri," tutur Erick dalam keterangannya, Minggu (10/07/2022).

Menanggapi hal tersebut, Pengajar Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM Boyke Rudy Purnomo mengatakan, rencana Pemerintah ingin memberdayakan UMKM dengan menambah kredit ke pengusaha UMKM merupakan bukti nyata keberpihakan Negara. Meski demikian, bantuan dana tersebut tidaklah cukup.

"Karena jumlah yang sangat banyak dan spektrum pengusaha UMKM sangat luas, tentu permasalahan yang terjadi tidak sama. Sehingga intervensi yang dilakukan BUMN harus sesuai dengan permasalahan yang terjadi di UMKM. Jika intervensi tidak sesuai dengan permasalahan, maka keberpihakan BUMN ke UMKM hanya sekedar slogan," ujar Boyke.

Boyke menambahkan, yang saat ini dibutuhkan adalah menjadikan UMKM sebagai mitra strategis untuk memperkuat rantai pasok BUMN. Jika rantai pasok sesuai dengan kegiatan usaha BUMN, maka kelangsungan UMKM dapat terus terjaga. Sehingga, kehadiran UMKM di BUMN tak sekadar menjadi beban melainkan bersama-sama tumbuh untuk membangun ekonomi Indonesia.

"Menteri Erick dan BUMN dapat memiliki peran aktif untuk mensinergikan yang apik antara UMKM dan BUMN. Menjadikan mitra bisnis BUMN akan membuat harga diri UMKM meningkat. Momentum tersebut harus dimanfaatkan agar UMKM dapat memperkokoh perekonomian Nasional. Sehingga pendekatan tak sekadar kucuran dana CSR atau kredit UMKM,"kata Boyke.

Menurutnya, jika Erick mampu mensinergikan dan menjadikan UMKM mitra bisnis strategis BUMN, maka dipercaya perekonomian Nasional dapat tumbuh sekitar 1% dan semakin tangguh.

Boyke menambahkan, pengusaha UMKM di Indonesia sudah terbukti tangguh dalam menghadapi krisis yang terjadi. Banyak pengusaha UMKM Indonesia yang bisa bertahan bahkan sejak krisis moneter 1998 hingga krisis multidimensi akibat COVID-19.

"Kunci dari bisa bertahannya pengusaha UMKM karena social capital yang kuat. Jika social capital ini dapat disinergikan dengan BUMN, tentu saja akan menjadi menjadi daya ungkit yang cukup besar untuk recovery perekonomi Indonesia pasca pandemi COVID-19. Namun jika tidak disinergikan maka ekonomi kita tidak memiliki daya tawar yang tinggi di pasar global," ujar Boyke.

Sebagai tambahan informasi, sebelumnya risetnya bertajuk "Dampak Ekonomi dan Sosial Penyaluran KUR di Masa Pandemi" BRIN memperkirakan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) melalui BRI memiliki kontribusi besar dalam menyerap 32,1 juta lapangan kerja.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT