7 Mata Uang Teraneh di Dunia, Ada dari Kayu dan Batu

ADVERTISEMENT

7 Mata Uang Teraneh di Dunia, Ada dari Kayu dan Batu

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 11 Jul 2022 17:40 WIB
Menghitung mata uang Euro
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Sudah lama sejak manusia menggunakan satuan mata uang tertentu sebagai alat transaksi. Namun di era moderen ini, sebagian besar mata uang yang kita kenali dan gunakan berupa kertas atau koin.

Namun siapa sangka, ternyata di wilayah tertentu pernah atau masih menggunakan mata uang unik. Mulai dari mata uang yang bisa dimakan hingga mata uang yang tak akan pernah bisa dilipat dan dimasukkan ke dalam dompet.

Melansir dari CNBC, berikut 7 mata uang teraneh di dunia yang pernah digunakan.

1. Uang kayu

Anda tentu tak pernah membayangkan uang yang terbuat dari kayu. Tapi mata uang buatan kayu tersebut pernah beredar di Jerman guna membangun kembali ekonominya usai Perang Dunia I.

Saat itu, usai perang Dunia I sempat membuat ekonomi Jerman berantakan. Kota-kota lokal mulai mencetak "notgeld" (atau "uang darurat") dari berbagai macam hal mulai dari kayu dan aluminium foil hingga linen sutra dan kartu remi sebagai bentuk pembayaran lokal sampai Reichsbank pulih.

2. Dolar dengan "hukuman mati"

Mata uang dolar AS saat ini telah tumbuh menjadi salah satu mata uang paling stabil di dunia. Namun ternyata tidak selalu demikian. Bahkan, sebelum nilainya meningkat seperti sekarang ini, negara tersebut harus fokus dalam mengendalikan pemalsuan.

Hal tersebut terjadi ketika negara tersebut baru mulai berdiri. Saat itu cukup mudah bagi para pemalsu uang untuk mencetak dolar. Sebab saat itu ada banyak printer, uang tidak terlalu canggih dan fitur anti-pemalsuan tidak banyak.

Jadi bagaimana mereka memastikan keaslian uang? Akhirnya dalam cetakan uang dolar saat itu ditulis 'To counterfeit is death' (atau 'Memalsukan adalah kematian'.)

Pada akhirnya mereka mencetak ini pada semua uang mereka. Namun kemudian tulisan tersebut akhirnya diganti dengan 'In God We Trust'.

3. Dolar air suci

Menggunakan istilah "In God We Trust" satu langkah lebih jauh, negara pulau Palau mengeluarkan koin dolar perak pada tahun 2007 dengan gambar Perawan Maria dan botol kecil berisi air suci dari Gua di Lourdes, Prancis.

Pada tahun berikutnya, negara tersebut mengeluarkan seri kedua untuk memperingati 150 tahun Penampakan Perawan Maria di Gua.

Dolar air suci ini sendiri bukanlah koin pertama yang mengandung bahan-bahan yang tidak konvensional. Palau juga pernah mengeluarkan koin dengan potongan-potongan kecil mutiara dan meteorit yang tertanam di dalamnya.

4. Uang kupon

Kita biasanya menganggap uang sebagai sesuatu yang dapat dipertukarkan, artinya uang dapat dipertukarkan untuk nilai yang sama dari semua barang dan jasa. Tapi ternyata hal ini belum tentu berlaku di semua tempat.

Dalam beberapa budaya, mata uang tertentu hanya dapat dipergunakan untuk membeli barang-barang tertentu. Mata uang yang pernah digunakan di Vietnam ini adalah salah satu contohnya.

Mata uang ini beroperasi layaknya seperti sebuah kupon atau perangko. Di tepinya ada banyak kupon berlubang yang akan disobek untuk membeli pakaian. Uang perangko ini hanya dapat disobek untuk membeli kemeja atau celana.

5. Mata uang yang dapat dimakan

Garam adalah salah satu bentuk pembayaran tertua di dunia. Garam sendiri sempat menjadi bentuk mata uang utama di Gurun Sahara selama Abad Pertengahan, dan digunakan secara luas di seluruh Afrika Timur.

Biasanya, seseorang akan menjilat balok garam untuk memastikan keasliannya dan mereka akan mematahkan balok garam terebut sebagai kembalian.

Mata uang lain yang luar biasa dan dapat dimakan termasuk "reng," bola benang rempah-rempah kunyit yang dibungkus dengan serat kelapa yang digunakan untuk perdagangan di Kepulauan Solomon.

Selain itu ada juga kakao (atau biji cokelat), yang dulu banyak digunakan di seluruh Meksiko dan Amerika Tengah, dan keju Parmigiano Reggiano yang juga sempat digunakan sebagai mata uang dan jaminan bank di Italia.

6. Kulit tupai

Pada abad pertengahan, Rusia ternyata pernah menggunakan kulit tupai sebagai mata uang resmi. Bahkan tak hanya kulit saja, tapi moncong, cakar dan telingannya juga digunakan sebagai kembalian.

7. Batu Rai

Di pulau Yap di Kepulauan Solomon, Anda akan menemukan bentuk mata uang terbesar dan teraneh di dunia, yakni batu rai. Cakram batu kapur dengan lubang di tengah ini dapat berdiameter 12 kaki dan berat hingga delapan ton.

Karena Yap tidak memiliki batu kapur yang tepat untuk batu rei, penduduk desa akan mempertaruhkan nyawa mereka untuk mendayung kano pengarung laut mereka ke Palau, di mana mereka akan memahat raksasa ini dari lereng gunung dan mendayungnya kembali ke pulau.

Nilai dari mata uang ini akan bergantung pada ukuran, sejarah pembuatan atau pemilik, hingga berapa banyak orang yang diperlukan untuk memindahkan batu ini.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT