ADVERTISEMENT

Menkeu AS: Rezim Putin Tak Punya Tempat di G20 Bali, Ukraina Silakan Datang

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 14 Jul 2022 16:17 WIB
Treasury Secretary Janet Yellen testifies during a House Committee on Financial Services hearing on the Annual Report of the Financial Stability Oversight Council, Thursday, May 12, 2022 on Capitol Hill in Washington. (Graeme Jennings/Pool photo via AP)
Menteri Keuangan AS Janet Yellen/Foto: Graeme Jennings/Pool photo via AP
Nusa Dua -

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen mengadakan konferensi pers di Nusa Dua, Bali sore ini. Dalam kesempatan itu, Yellen mengungkapkan bahwa perwakilan dari Rusia tidak memiliki tempat di forum pertemuan Menteri Keuangan anggota G20.

"Perwakilan dari rezim Putin tidak memiliki tempat di forum ini," katanya dalam konferensi pers di Nusa Dua, Bali, Kamis (14/7/2022).

Sementara, ia menyatakan dukungannya untuk Ukraina. Yellen mengatakan pihaknya menyambut baik kehadiran dari perwakilan Ukraina di Presidency G20, yang mana pertemuannya disebut dilaksanakan besok, Jumat (15/7).

"Kami berdiri teguh dengan rakyat Ukraina, dan saya berharap dapat menyambut Menteri Keuangan Ukraina untuk pertemuan G20 ini besok," jelasnya.

Hal itu dikatakan oleh Yellen, sebab invasi yang dilakukan oleh Rusia menurutnya telah memberikan efek negatif, yakni kenaikan harga energi dan krisis pangan. Bahkan invasi yang dilakukan Rusia dinilai ilegal dan melanggar hukum internasional.

"Efek limpahan negatif dari perang itu di setiap sudut dunia, terutama sehubungan dengan harga energi yang lebih tinggi, dan meningkatnya kerawanan pangan," ungkapnya.

Yellen juga mengatakan inflasi yang dihadapi AS disebabkan oleh perang yang dilakukan Rusia. "Inflasi di Amerika Serikat tetap sangat tinggi dan merupakan prioritas ekonomi utama pemerintahan kita untuk menurunkannya," tambahnya.

Oleh sebab itu, Yellen mengatakan AS tetap dalam pendiriannya mengecam tindakan negara yang dipimpin oleh Presiden Rusia Vladimir Putin. Ia juga mengajak seluruh dunia agar juga bisa mengecam tindakan Putin.

"Amerika Serikat tetap teguh dalam mengutuk perang Putin dan kekejaman yang dilakukan oleh pasukannya. Komunitas internasional harus memiliki pandangan yang jernih dalam meminta pertanggungjawaban Putin atas konsekuensi ekonomi dan kemanusiaan global dari perangnya," tuturnya.

Dalam forum Presidency G20 ini, Ia mengatakan akan dilanjutkan pembahasan mengenai bantuan untuk negara-negara terdampak perang Rusia.

"Ini termasuk mengatasi kerawanan pangan serta penerapan batas harga minyak Rusia," tutupnya.



Simak Video "Kemlu RI Tanggapi Ancaman AS Absen di G20 Jika Ada Rusia"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT