ADVERTISEMENT

Bahan Baku Impor dari Rusia, Pasokan Pupuk RI Aman?

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 15 Jul 2022 14:32 WIB
Ilustrasi Urea Granul
Ilustrasi Pupuk. Foto: Dok. Pupuk Kaltim
Jakarta -

PT Pupuk Indonesia (Persero) menyatakan salah satu sumber bahan baku pupuknya berasal dari Rusia. Lebih tepatnya bahan yang diimpor itu adalah Kalium untuk kebutuhan produksi pupuk NPK.

Adanya perang Rusia-Ukraina turut mengganggu pasokan Pupuk Indonesia. Selain itu, pengiriman dari negara Eropa Timur seperti Belarus juga terdampak. Padahal negara-negara itu merupakan importir pupuk terbesar bagi Indonesia.

"Kalau kita bicara NPK, N itu dari gas bumi. Kalau P kita masih agak sedikit longgar karena itu rata-rata dari Afrika Utara dan Timur Tengah. K itu memang kenyataannya Pupuk Indonesia harus mengimpor, kita dapat dari Kanada, Belarusia dan Rusia. Jadi itu sekarang daerah-daerah konflik," kata Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Gusrizal di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (15/7/2022).

Meski begitu, Pupuk Indonesia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan dukungan dalam hal pasokan gas bumi sebagai bahan utamanya. Termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disebut tetap mengupayakan pasokan KCL atau kalium klorida dari Rusia.

"Jadi kami menyampaikan terima kasih kepada presiden yang telah mengupayakan pasokan KCL dari Rusia," tuturnya.

Pupuk Indonesia merencanakan sepanjang 2022 dapat memproduksi sekitar 8.096.000 ton pupuk urea ditambah sisa stok awal tahun sekitar 867.781 ton. Dengan begitu total stok pupuk urea mencapai 8.963.781 ton.

"Kalau seandainya nanti ada perubahan alokasi pupuk bersubsidi urea sekitar 4 juta ton, setidaknya kami masih punya cadangan 4 juta ton lagi kalau ada kebutuhan-kebutuhan subsidi, kalau tidak kita lakukan di non subsidi," jelasnya.

Untuk pupuk NPK, ditargetkan produksi sekitar 3.083.500 ton sepanjang 2022 ditambah stok awal tahun 331.754 ton. Dengan begitu total stok pupuk NPK mencapai 3.415.254 ton.

"Kalau sekarang alokasi NPK sekitar 2,4 juta, jadi kami harap ini cukup untuk memenuhi kebutuhan," imbuhnya.

Untuk diketahui, Pupuk Indonesia diamanatkan menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai alokasi yang telah ditetapkan. Saat ini alokasi anggaran yang ditetapkan pemerintah mencapai sekitar Rp 25,28 triliun untuk disalurkan kepada 16 juta petani.

Gusrizal menyebut saat ini pihaknya mempunyai control room untuk melihat stok pupuk di seluruh kabupaten Indonesia. Hal ini untuk memonitor ketersediaannya di setiap daerah.

"Jadi setiap pagi kami monitor mana stok yang kuning, hijau, itu yang jadi bahan kami untuk melakukan pengiriman, penyempurnaan, atau perbaikan kalau ada kendala penyaluran karena ada faktor cuaca dan faktor lainnya," tandasnya.



Simak Video "Pria di Bali Sulap Sampah Rumah Tangga Jadi Pupuk"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT