ADVERTISEMENT

Eropa Terancam Resesi!

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 21 Jul 2022 09:06 WIB
Negara Masuk Resesi
Foto: Negara Masuk Resesi (Mindra Purnomo/tim infografis detikcom)
Jakarta -

Ekonomi Eropa tengah menghadapi tantangan yang berat dan terancam resesi. Salah satu masalahnya karena krisis energi.

Bahkan, ekonom mengingatkan kemungkinan resesi yang diperkirakan terjadi pada akhir tahun atau awal tahun depan di tengah risiko yang menumpuk.

"Kami tidak dalam kondisi yang baik," kata Erik Nielsen, kepala penasihat ekonomi di bank Italia UniCredit seperti dikutip dari CNN, Kamis (221/7/2022).

"Saya pikir kemungkinan besar kita akan mengalami resesi di Eropa selama musim dingin," tambahnya.

Kekhawatiran terbesar ekonomi Eropa adalah akses ke energi. Kekhawatiran meningkat karena Rusia bisa mematikan pasokan gas untuk membalas sanksi setelah invasi ke Ukraina.

International Monetary Fund (IMF) telah mengatakan, jika gas dari Rusia berhenti mengalir, negara-negara yang rentan termasuk Slovakia, Republik Ceko, dan Hongaria dapat jatuh ke dalam resesi yang parah.

Menurut Komisi Eropa, sebanyak 12 negara anggota Uni Eropa telah kehilangan seluruhnya atau sebagian pasokan gas. Aliran gas dari Rusia ke Eropa telah berkurang sepertiganya saat ini.

Kecemasan terhadap pasokan gas meningkat sejak perusahaan gas Rusia, Gazprom menutup pipa Nord Stream 1 untuk pemeliharaan terjadwal 10 hari lalu. Aliran gas dari pipa ini sangat penting dan secara historis memenuhi 12% dari permintaan Uni Eropa.

Gazprom seharusnya memulai kembali operasi pada hari Kamis. Namun, para pejabat menyatakan ragu jika pipa kembali mengalirkan gas.

"Tidak mungkin bagi kami untuk memprediksi bagaimana Gazprom akan bertindak," kata juru bicara Uni Eropa.

Volume Nord Stream 1 ke Jerman sendiri sudah turun tajam sebelum pemeliharaan dimulai. Pasokan telah turun 60% bulan lalu dan memaksa Jerman menyatakan krisis gas.

Pada hari Selasa, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Gazprom akan memenuhi semua kewajibannya. Meski, ia mengingatkan persoalan tentang turbin yang bisa mengganggu pasokan.

Meski gas kembali mengalir, ancaman perlambatan masih dihadapi Eropa karena investasi dan kepercayaan diri yang tertahan.

"Apa yang akan kita dapatkan adalah periode ketidakpastian yang lebih lama, yang tidak akan baik untuk siklus bisnis," kata Guillaume Menuet, kepala strategi investasi dan ekonomi di Eropa, Timur Tengah dan Afrika, Citi Private Bank.



Simak Video "Ukraina Resmi Jadi Kandidat Uni Eropa, Zelenskyy Sambut Gembira "
[Gambas:Video 20detik]
(acd/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT