Cemex Cabut Arbitrase, RI Lega
Senin, 19 Jun 2006 12:55 WIB
Jakarta - Pemerintah menyambut baik janji Cemex yang akan mencabut arbitrase internasional, meski dengan embel-embel harus merestui Grup Rajawali.Janji Cemex tersebut disampaikan oleh Direktur Cemex Asia Holdings Ltd, Hector Medina dalam suratnya kepada Menneg BUMN Sugiharto tertanggal 14 Juni 2006. Surat yang baru diterima Sugiharto pada Jumat 16 Juni malam itu berisi jawaban Cemex atas surat yang dikirim pemerintah sebelumnya.Dalam surat itu, Cemex berjanji akan mencabut tuntutan arbitrase internasional. Syaratnya, pemerintah Indonesia harus merestui rencana penjualan 24,9 persen saham Cemex di PT Semen Gresik tbk kepada Grup Rajawali."Saya kira jawaban yang diberikan Cemex bahwa bila perjanjian dengan calon pembeli nanti diselesaikan, mereka akan siap mencabut arbitrase, itu adalah suatu kemajuan yang menurut saya signifikan," ujar Sugiharto di sela-sela raker dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/6/2006).Sugiharto menjelaskan, masalah arbitrase yang diajukan Cemex merupakan masalah yang berlarut-larut dan juga memberi risiko bagi pemerintah. Arbitrase itu sebelumnya diajukan Cemex tidak diperbolehkan meningkatkan jumlah sahamnya di Semen Gresik, sesuai dengan kesepakatan yang telah diteken sebelumnya.Untuk menjawab surat Cemex itu, lanjut Sugiharto, pemerintah tengah berkonsultasi dengan penasihat hukum. Pemerintah menargetkan surat sudah bisa dijawab sebelum 3 Juli.Yang pasti, pemerintah tetap menginginkan 4 hal yakni pencabutan arbitrase, pelurusan hak istimewa, akomodasi aspirasi daerah dan tak ada kartel semen."Tapi yang melegakan adalah surat dari Cemex sudah manyatakan secara implisit semua masalah yang dihadapi selama ini antara pemerintah dan Cemex akan sekaligus diselesaikan dalam transaksi apapun nanti," jelas Sugiharto.Rencananya, pemerintah akan bertemu kembali dengan Grup Rajawali sebagai calon pemilik 24,9 persen saham di Semen Gresik.
(qom/)











































